Tangerangjasa.id – Di tengah anomali cuaca yang menyelimuti penghujung tahun, keselamatan publik menjadi taruhan utama. Pemerintah Kota Tangerang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) secara proaktif meluncurkan peringatan dini guna membentengi warga dari ancaman pohon tumbang akibat intensitas hujan tinggi yang disertai angin kencang. Langkah ini bukan sekadar imbauan rutin, melainkan sebuah manifestasi dari manajemen risiko yang presisi demi melindungi setiap nyawa di Kota Tangerang.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, menekankan bahwa fenomena hidrometeorologi yang melanda wilayahnya dalam beberapa hari terakhir memiliki risiko destruktif yang nyata. Pepohonan besar dan berusia tua di sepanjang ruas jalan utama dan pemukiman kini menjadi titik rawan yang harus diwaspadai secara kolektif.
”Intensitas hujan yang tinggi disertai angin kencang berpotensi menyebabkan pohon tumbang. Ini adalah ancaman nyata bagi keselamatan warga dan kelancaran aktivitas kota. Kami meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat berada di ruang publik atau tengah berkendara,” imbau Mahdiar pada Kamis (18/12/25).
Peringatan dini yang digulirkan BPBD ini menuai respons positif dari berbagai lapisan masyarakat yang merasakan langsung urgensi perlindungan diri. Seorang praktisi kesehatan di Kota Tangerang mengingatkan dampak fatalistik dari kelalaian terhadap cuaca.
“Cedera akibat tertimpa material pohon tumbang seringkali berakibat trauma kepala berat hingga fatalitas. Langkah BPBD yang gencar memberikan peringatan ini sangat krusial sebagai tindakan preventif medis secara tidak langsung. Lebih baik mencegah dengan waspada daripada menangani trauma di ruang UGD,” ujarnya.
Rian (32), seorang pengemudi ojek daring, mengaku sangat terbantu dengan peringatan ini, terlebih dirinya berprofesi mengantarkan tumpangan sampai tempat tujuan, Ia menggambarkan kejadian pohon tumbang sangat rawan pada musim penghujan ini.
“Sebagai orang yang setiap hari di jalan, informasi dari BPBD adalah panduan kami. Sekarang kalau mendung gelap dan angin kencang, kami lebih memilih menepi di tempat aman dan menjauhi pohon besar. Peringatan ini membuat kami merasa lebih dilindungi saat mencari nafkah,” tuturnya.
Sejumlah warga pemukiman juga mulai proaktif memantau kondisi lingkungan mereka, karena tak mau kecolongan atau musibah datang tanpa ijin.
“Dulu kami acuh, tapi sejak BPBD rutin memberikan peringatan, kami jadi sering mengecek dahan pohon di depan rumah. Jika terlihat rawan, kami langsung lapor layanan 112. Respons mereka cepat,” ujar seorang warga Kelurahan Poris Plawad.
Langkah preventif BPBD ini memberikan dampak sistemik yang luar biasa, mulai dari Reduksi Angka Kecelakaan, Efisiensi Respons Darurat hingga Ketenangan Psikologis. Pasalnya menurunnya potensi korban jiwa dan kerugian material akibat kendaraan yang tertimpa pohon begitu juga laporan warga yang lebih dini memungkinkan tim BPBD melakukan pemangkasan pohon rawan sebelum bencana terjadi tidak hanya itu masyarakat juga merasa memiliki pegangan informasi yang valid, sehingga tidak terjadi kepanikan massal saat cuaca memburuk.
Eksistensi BPBD Kota Tangerang di bawah kepemimpinan yang responsif telah menempatkan lembaga ini sebagai pilar kepercayaan utama, baik di mata pemerintahan maupun masyarakat. Kesiapsiagaan personel yang bersiaga 24 jam penuh bukan sekadar jargon, melainkan janji suci untuk menjaga stabilitas kota.
Peringatan dini yang dikeluarkan secara konsisten membuktikan bahwa pemerintah tidak sedang menunggu bencana, melainkan sedang aktif menghalaunya. Di mata warga, BPBD bukan hanya unit penolong saat musibah tiba, tetapi adalah sahabat yang hadir memberikan rasa aman jauh sebelum badai menerjang. Inilah dedikasi tanpa tepi; sebuah pengabdian yang memastikan bahwa meski langit Tangerang sedang kelabu, harapan dan keselamatan warganya tetap terjaga dengan cerah. (Samuel)









