Pelayanan Publik

Anev Arus Mudik Nataru, Koordinasi Lintas Sektor Terus Diperkuat

8
×

Anev Arus Mudik Nataru, Koordinasi Lintas Sektor Terus Diperkuat

Sebarkan artikel ini

TJ-Kementerian Perhubungan bersama Korlantas Polri, Jasa Marga, dan Jasa Raharja melakukan analisa dan evaluasi (anev) pelaksanaan Operasi Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang telah berjalan. Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan angkutan Nataru berlangsung selamat, aman, dan lancar.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan koordinasi lintas instansi menjadi agenda rutin setiap penyelenggaraan angkutan besar, termasuk Nataru dan Lebaran. Evaluasi dilakukan sekaligus untuk memastikan kesiapan seluruh unsur dalam melayani perjalanan masyarakat.

“Koordinasi malam ini dilakukan untuk analisa dan evaluasi bersama Pak Kakorlantas. Kami juga menggelar doa bersama agar pelaksanaan angkutan Nataru berjalan dengan selamat, aman, dan lancar,” kata Dudy dalam keterangannya, Kamis malam.

Menhub juga mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati selama perjalanan serta mematuhi arahan petugas di lapangan.

Sementara itu, Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho mengungkapkan, arus mudik Nataru yang meninggalkan Jakarta menuju Sumatera dan Transjawa melalui jalan tol telah mencapai 201 ribu kendaraan atau sekitar 49 persen dari total proyeksi.

“Arus mudik sudah kita lewati. Sampai saat ini, kendaraan yang keluar dari Jakarta sudah 49 persen,” jelasnya.

Dalam evaluasi tersebut, Korlantas kembali menegaskan kebijakan Surat Keputusan Bersama (SKB) terkait larangan kendaraan sumbu tiga melintasi jalan tol. Larangan juga berlaku di jalan arteri pada jam tertentu, yakni mulai pukul 17.00 hingga dini hari.

“Kami mengimbau pengusaha dan pengemudi kendaraan sumbu tiga agar tidak melintasi jalan tol. Kami akan melakukan tindakan tegas, termasuk penilangan, karena keselamatan dan kelancaran perjalanan masyarakat menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Kabar positif juga datang dari angka kecelakaan lalu lintas. Berdasarkan hasil evaluasi, fatalitas kecelakaan selama Operasi Nataru tercatat menurun signifikan.

“Korban kecelakaan lalu lintas dengan fatalitas korban meninggal dunia turun 23,23 persen,” ujar Irjen Pol Agus.

Penurunan tersebut menjadi modal penting bagi petugas untuk terus meningkatkan pelayanan pada sisa hari Operasi Nataru, termasuk menyiapkan strategi pengamanan arus balik di jalan tol, arteri, penyeberangan, serta kawasan wisata.

Dari sisi pengelola jalan tol, Direktur Utama Jasa Marga Rivan menyampaikan bahwa realisasi volume kendaraan juga menunjukkan tren peningkatan. Dari proyeksi 2,9 juta kendaraan selama Nataru, hingga Kamis siang tercatat 1.457.000 kendaraan atau sekitar 49 persen telah melintas.

“Angka ini meningkat 3,5 persen dibanding periode yang sama tahun 2024 dan diperkirakan akan terus bergerak hingga 30 Desember,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama Jasa Raharja Dewi menyampaikan realisasi pembayaran santunan korban kecelakaan selama periode Nataru. Hingga saat ini, santunan korban meninggal dunia yang telah dibayarkan mencapai Rp 8,2 miliar.

“Nilainya turun sekitar 23 persen dibanding tahun lalu,” jelas Dewi.

Evaluasi lintas sektor ini diharapkan mampu menjaga kelancaran arus perjalanan masyarakat hingga puncak arus balik Nataru mendatang.(AL)

thttps://tangerangjasa.id/wp-content/uploads/2025/11/TJ-S.jpeg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *