Lingkungan Hudup

Fajar 2026, Operasi Senyap DLH Sterilkan Wajah Kota!

6
×

Fajar 2026, Operasi Senyap DLH Sterilkan Wajah Kota!

Sebarkan artikel ini
DLH
TANGERANGJASA-Saat fajar pertama tahun 2026 menyingsing, warga Kota Tangerang disambut dengan pemandangan ruang publik yang kembali asri dan steril. Ini bukanlah keajaiban instan, melainkan hasil dari mobilisasi taktis 150 pendekar kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang dikerahkan untuk memitigasi eksternalitas sisa perayaan malam pergantian tahun.
Kepala DLH Kota Tangerang, Wawan Fauzi, menegaskan bahwa penanganan sampah kali ini tidak dilakukan secara konvensional, melainkan melalui pemetaan zona rawan residu (waste hotspots).
Sejumlah episentrum keramaian seperti Taman Elektrik, Situ Cipondoh, Kawasan Kuliner Pasar Lama, CBD Ciledug, hingga Jembatan Kaca Gerendeng menjadi fokus utama operasional.
“Kami tidak hanya mengerahkan personel, tetapi juga mensinergikan armada bentor dan truk pengangkut agar sirkulasi pembersihan berjalan secara real-time,” tegas Wawan pada Kamis (1/1/2026).
Langkah antisipatif pengerahan 150 petugas di titik-titik keramaian seperti Taman Elektrik hingga Pasar Lama bukan hanya soal estetika, melainkan sebuah pesan edukasi mendalam mengenai ketahanan sebuah kota.
 Membangun Ekosistem Kota yang Resilien
Kecepatan petugas dalam mensterilkan sampah sisa perayaan adalah strategi mitigasi bencana yang nyata. Memasuki bulan Januari, Kota Tangerang berada di puncak musim penghujan.
Residu plastik, kertas, dan sisa makanan yang dibiarkan menumpuk meski hanya beberapa jam, berisiko tinggi terbawa aliran air menuju drainase.
“Kecepatan evakuasi sampah adalah kunci. Satu sumbatan kecil dari sampah perayaan bisa memicu genangan besar yang merugikan warga di pagi hari,” ujar perwakilan DLH. Inilah wujud nyata dari Kota yang Resilien—kota yang mampu pulih dengan cepat dari beban aktivitas masyarakatnya.
Kebersihan adalah fondasi dari harmoni sosial. Ketika ruang publik kembali bersih pada fajar pertama tahun baru, hal ini memastikan roda ekonomi lokal tidak terhambat.
Pedagang di Kawasan Kuliner Pasar Lama atau pengunjung di Situ Cipondoh dapat memulai aktivitas tanpa harus berhadapan dengan bau tidak sedap atau pemandangan kumuh. Ruang publik yang kembali “kinclong” dalam hitungan jam memberikan pesan bahwa pemerintah kota berkomitmen menjaga martabat dan kenyamanan sosial setiap warganya untuk memulai lembaran tahun yang baru dengan energi positif.
DLH Kota Tangerang menegaskan bahwa kesigapan petugas di lapangan bukanlah lampu hijau bagi masyarakat untuk bersikap permisif terhadap perilaku membuang sampah sembarangan. Sebaliknya, ini adalah pengingat akan pentingnya Kesadaran Kolektif.
Pemerintah mengajak masyarakat untuk mulai mengadopsi budaya “Minim Sampah” atau Zero Waste dalam setiap perhelatan besar. Pelayanan prima yang diberikan petugas kebersihan merupakan standar publik, namun keberadaban sebuah kota diukur dari seberapa sedikit sampah yang tertinggal setelah kerumunan bubar.
Upaya DLH ini diharapkan menjadi katalisator bagi warga Kota Tangerang untuk lebih bijak dalam mengelola konsumsi. Kebersihan kota bukan hanya tanggung jawab 150 petugas dengan armada bentornya, melainkan kontrak sosial antara pemerintah dan warga untuk menciptakan lingkungan yang seha
Melalui skema antisipasi yang terukur ini, Pemkot Tangerang membuktikan bahwa perayaan besar tetap bisa berjalan selaras dengan kelestarian lingkungan. Ruang publik tetap “kinclong”, kenyamanan warga terjaga, dan kesehatan lingkungan menjadi prioritas utama. (Wahyu)
thttps://tangerangjasa.id/wp-content/uploads/2025/11/TJ-S.jpeg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *