TJ-Sejarah makanan Tangerang kaya akan akulturasi budaya, terutama perpaduan Tionghoa peranakan, Melayu, dan Betawi. Hal ini terlihat pada makanan seperti Laksa Tangerang, yang lahir dari perpaduan budaya Tionghoa dan Melayu sejak masa kolonial dan kini menjadi warisan budaya tak benda. Makanan lain seperti Asinan Tangerang dan Nasi Jagal juga merupakan hasil dari perpaduan budaya dan adaptasi dari pendatang.
Menelisik dari kuliner Tangerang, inilah makanan ikonik yang kaya sejarah dan Rempah-rempah
Laksa Tangerang:
Berasal dari masa kolonial ketika peranakan Tionghoa berbaur dengan penduduk lokal, menghasilkan kuliner yang memadukan cita rasa dan bahan dari kedua budaya. Laksa ini memiliki resep dan cita rasa yang berbeda dengan laksa dari daerah lain, laksa ini memiliki isian melimpah dengan mi beras, bihun, ayam kampung, dan kuah bumbu yang medok. Pada tahun 2023 makanan ikonik ini ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Kota Tangerang.
Asinan Tangerang:
Makanan ini dibawa oleh pendatang dari Tionghoa, Arab, dan Jawa, kemudian diakulturasikan menjadi kuliner bernama asinan. Asinan Tangerang memiliki hubungan erat dengan komunitas Tionghoa di kawasan Pasar Lama, yang berdekatan dengan kelenteng tertua di Tangerang, Buntek Pio.
Nasi Jagal: Merupakan kuliner legendaris yang dibawa oleh perantau asal Madura yang bekerja sebagai jagal sapi di Tangerang. Seiring waktu, nasi jagal menjadi hasil akulturasi dengan racikan khas Betawi dan peranakan.
Dodol Ny. Lauw: Menjadi salah satu kue khas Tangerang yang populer dan sering dijadikan oleh-oleh. Dodol ini telah ada sejak lama dan memiliki beberapa varian rasa yang digemari.
Bolu Benteng: Kue bolu ini menggunakan tape sebagai salah satu bahan dasarnya, menghasilkan rasa manis dan tekstur yang lembut. Bolu ini menjadi salah satu kue tradisional khas Tangerang.
Sate Bandeng:Olahan ikan bandeng tanpa duri yang dibumbui dan dipanggang. Ini adalah makanan khas Banten dan Tangerang yang bisa dibawa sebagai oleh-oleh
Sayur Besan: Hidangan sayur khas Betawi yang biasa disajikan saat acara lamaran atau pernikahan, dan juga populer di Tangerang.
Nasi Sumsum: Nasi yang dimasak dengan campuran sumsum tulang sapi yang gurih
Gecom (tauge oncom): Kombinasi tauge dan oncom dengan bumbu kecap manis sehingga menghasilkan rasa gurih dan manis. Makanan khas Tangerang lainnya yang tak populernya ialah a Tahu Serpong, Sagon Bakar, dan Dodol Cilenggang.
Demikianlah artikel tentang seputar kuliner di Tangerang yang memiliki nilai sejarah dan kaya akan Rempah-rempah, menjelang weekend ini tak ada salahnya kita mengenang kembali masa-masa lalu dengan mencicipi kuliner yang ad di Tangerang.(Harun)













