TANGERANGJASA.ID-Di era hegemoni internet, eksistensi radio amatir membuktikan bahwa teknologi klasik tetap memiliki Resiliensi Teknis yang tak tergantikan. Memperingati HUT ke-33 Kota Tangerang, ORARI Lokal Kota Tangerang menyelenggarakan Cisadane Contest 2026 pada Minggu (15/2/26). Kegiatan ini bukan sekadar ajang kumpul hobi, melainkan sebuah Manifesto Kedaulatan Komunikasi yang menghubungkan operator lintas benua.
Cisadane Contest 2026 Perkuat Eksistensi ORARI Kota Tangerang di Kancah Global
admin2 min baca
Manager Cisadane Contest 2026, Johansyah, menekankan bahwa kegiatan ini merupakan instrumen “Soft Diplomacy” untuk memperkenalkan potensi Kota Tangerang ke kancah mancanegara. Melalui tiga kategori band plan (10m, 40m, dan 80m), kontes ini mentransformasikan gelombang radio menjadi sarana edukasi bagi anggota muda sekaligus memperkuat jaringan komunikasi global yang aktif.
Partisipasi peserta yang menjangkau Malaysia hingga Amerika Serikat menunjukkan bahwa radio amatir tetap menjadi Jaring Pengaman Komunikasi Nasional yang krusial, terutama dalam situasi darurat di mana infrastruktur digital gagal berfungsi. Melalui frekuensi, Kota Tangerang kini bergema sebagai kota yang harmonis antara kemajuan teknologi dan semangat kerelawanan.
Cisadane Contest 2026 memberikan pelajaran penting bagi publik Indonesia bahwa konektivitas tidak selalu bergantung pada kabel optik. Keberhasilan ORARI Lokal Kota Tangerang mempertahankan relevansinya selama lima tahun terakhir menunjukkan bahwa hobi yang ditekuni secara profesional dapat menjadi aset strategis daerah. Di saat banyak pihak terpaku pada dunia maya, para “Pahlawan Frekuensi” ini mengingatkan kita bahwa komunikasi sejati adalah tentang membangun jembatan antarmanusia, baik di dalam negeri maupun di belahan bumi lain. Kota Tangerang telah berhasil menjadikan gelombang udara sebagai duta promosi yang paling jujur dan inklusif.(ROSYID)













