TANGERANGJASA NEWS– Di tengah suasana penuh keberkahan bulan suci Ramadhan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) merilis seruan strategis terkait peningkatan kewaspadaan terhadap risiko kebakaran. Langkah ini diambil menyusul adanya pergeseran pola aktivitas domestik masyarakat yang cenderung meningkat signifikan, terutama pada jam-jam krusial saat persiapan sahur dan berbuka puasa.
BPBD menekankan bahwa keselamatan bukan sekadar prosedur teknis, melainkan sebuah bentuk manifestasi kepedulian terhadap sesama dan keluarga. “Ibadah yang khusyuk berakar dari rasa aman. Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan aspek keselamatan sebagai bagian tak terpisahkan dari ritualitas Ramadhan tahun ini,” tulis BPBD dalam pernyataan resminya.
Dalam analisisnya, BPBD menyoroti bahwa dapur menjadi titik sentral yang memerlukan atensi ekstra. Aktivitas memasak yang intensif harus disertai dengan pengawasan melekat; memastikan api kompor telah padam sepenuhnya adalah tindakan preventif sederhana yang berdampak besar.
Selain itu, modernitas yang membawa ketergantungan pada perangkat elektrikal juga menyimpan risiko laten. Penggunaan stop kontak yang bertumpuk (overload) serta instalasi kabel yang tidak standar seringkali menjadi pemicu utama korsleting listrik. BPBD mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam memanajemen beban listrik di rumah masing-masing, termasuk membiasakan mencabut steker yang tidak terpakai sebagai bagian dari budaya tertib energi.
Sebagai langkah konkret dalam kemandirian bencana, BPBD mendorong setiap rumah tangga untuk memiliki Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan menghindari penggunaan pemantik api yang berisiko tinggi seperti petasan maupun lilin sebagai penerangan utama. Partisipasi aktif warga dalam menjaga lingkungan, terutama di kawasan padat penduduk, menjadi kunci utama untuk meminimalkan potensi tragedi yang tidak diinginkan.
Dengan sinergi antara kesiapsiagaan personal dan pengawasan kolektif, diharapkan seluruh umat Muslim dapat menjalankan ibadah dengan tenang, aman, dan penuh kedamaian hingga hari kemenangan tiba.
“Satu detik kelalaian dapat menghilangkan seribu makna kemenangan. Mari kita jaga api tetap di tungku untuk memasak keberkahan, bukan membiarkannya menjalar merampas kebahagiaan. Ramadhan aman, dimulai dari ketelitian di rumah kita sendiri.”.(Rahman)












