Sisi humanitas penanganan konflik ruang hidup antara manusia dan satwa liar kembali terekam di Kota Tangerang. Di tengah masifnya alih fungsi lahan menjadi kawasan urban, ruang gerak satwa kian terhimpit, memaksa mereka bertahan di tempat yang tidak semestinya. Berikut adalah laporan mendalam mengenai evakuasi dramatis satwa liar di pemukiman padat penduduk.
Tangerangjasa News — Sebuah drama penyelamatan satwa liar berlangsung menegangkan di Perumahan Graha Raya, Fortune Breeze, Kelurahan Tajur, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, pada Minggu, 17 Mei 2026. Petugas pemadam kebakaran dari UPT Damkar Ciledug, BPBD Kota Tangerang, harus berjibaku selama lima jam demi mengevakuasi empat ekor bayi musang yang terjebak di atas loteng rumah warga.
Aksi ini bukan sekadar tugas pemadaman biasa, melainkan sebuah manifestasi dari kepedulian terhadap kelangsungan hidup mahluk hidup di tengah pemukiman urban yang kian padat.
Konflik ruang ini bermula ketika pemilik rumah, Yanuardi, merasa resah akibat suara bising dan erangan misterius dari arah atap rumahnya selama sepekan terakhir. Dihantui rasa khawatir, ia memutuskan menghubungi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang.
Petugas UPT Damkar Ciledug, Asep Wahyudi, menuturkan bahwa lima personel dari regu 3 langsung diterjunkan ke lokasi. Namun, medan yang dihadapi di lapangan sangat berisiko tinggi dan menguji nyawa petugas.
“Kondisi loteng terdiri dari material baja ringan, sehingga petugas harus sangat berhati-hati agar tidak ambruk. Selain itu, banyak kabel yang masih dialiri listrik aktif,” ujar Asep.
Penyisiran awal sempat tidak membuahkan hasil. Namun, kejelian dan kesabaran petugas membuahkan titik terang saat suara bising kembali terdengar dari salah satu sudut plafon. Atas izin pemilik rumah, petugas terpaksa melubangi plafon gipsum di kamar tidur lantai dua menggunakan pisau.
“Di loteng kamar lantai 2 ditemukan sarang berisi empat ekor bayi musang yang diperkirakan baru berusia satu minggu,” tambah Asep.
Sayangnya, induk musang tidak berada di tempat saat evakuasi berlangsung. Petugas sempat menyisir area sekitar, namun sang induk gagal ditemukan. Evakuasi yang memakan waktu hingga lima jam ini menuntut ketelitian luar biasa demi keselamatan petugas sekaligus keamanan bayi-bayi musang tersebut.
Pemilik rumah, Yanuardi, menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi dan respons cepat para petugas yang rela merayap di ruang sempit dan berbahaya demi mengembalikan kedamaian di rumahnya tanpa harus menyakiti satwa tersebut.
Saat ini, keempat bayi musang yang malang itu telah dibawa dan diamankan di Pos UPT Damkar Ciledug untuk mendapatkan perawatan dan penanganan lebih lanjut sebelum nantinya dilepasliarkan ke habitat yang semestinya.

