Kesehatan

Puskesmas Mauk Edukasi Anggota Saka Bhakti Husada Tanggap Penyakit Menular

36
×

Puskesmas Mauk Edukasi Anggota Saka Bhakti Husada Tanggap Penyakit Menular

Sebarkan artikel ini
Anggota Saka Bhakti Husada menyimak pemaparan materi penyakit menular dari dokter coas di Aula Puskesmas Mauk yang didampingi dr. Allan Sartana.
Kepala Puskesmas Mauk, dr. Allan Sartana (berdiri belakang), mendampingi dokter coas saat memberikan pemaparan interaktif mengenai pencegahan penyakit menular kepada puluhan anggota Saka Bhakti Husada di Aula Puskesmas Mauk, Kabupaten Tangerang, Rabu (27/5/2026).
Tangerangjasa News — Puskesmas Mauk merealisasikan komitmennya dalam memperkuat ketahanan kesehatan masyarakat (public health resilience) melalui pembinaan generasi muda. Sebanyak 35 anggota Pramuka Saka Bhakti Husada (SBH) mengikuti latihan rutin berbasis edukasi preventif klinis yang diselenggarakan secara interaktif di Aula Puskesmas Mauk, Kabupaten Tangerang, Rabu (27/5/2026).
Langkah pembinaan ini menyasar kelompok usia produktif sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam mendeteksi dan mencegah potensi penyebaran wabah di tingkat akar rumput. Mengingat mobilitas kaum muda urban yang dinamis, pembekalan literasi kesehatan dinilai menjadi urgensi nasional untuk mewujudkan kemandirian kesehatan publik.
Akselerasi Promotif-Preventif Melalui Sinergi Dokter Coas
Kepala Puskesmas Mauk, dr. Allan Sartana, memimpin langsung jalannya pendampingan klinis tersebut. Pada sesi ini, para peserta mendapatkan materi eksklusif mengenai epidemiologi dan patofisiologi penyakit menular yang dipaparkan oleh dokter co-assistant (coas) Puskesmas Mauk. Fokus edukasi diarahkan pada pengenalan klaster penyakit menular, metode transmisi, mitigasi risiko, serta standardisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan pemukiman dan sekolah.
Sepanjang kegiatan, ruang aula dipadati dengan diskusi taktis. Para anggota SBH secara aktif memetakan persoalan sanitasi lingkungan terdekat dan mengajukan berbagai pertanyaan krusial terkait penanganan dini gejalanya.
“Kami memproyeksikan para anggota Saka Bhakti Husada ini bukan sekadar sebagai audiens, melainkan pionir dan kader kesehatan aktif. Pengetahuan komprehensif mengenai penyakit menular ini menjadi modal vital agar mereka mampu memutus rantai penularan di lapangan sekaligus mengedukasi masyarakat secara mandiri,” tegas dr. Allan Sartana.
Melalui program pembinaan berkelanjutan ini, Puskesmas Mauk mengintegrasikan pendekatan intervensi hulu (promotif dan preventif) demi mereduksi beban pembiayaan kuratif di hilir, sekaligus mencetak generator penggerak sadar kesehatan sejak usia dini.
Edukasi yang ditanamkan kepada 35 anggota Saka Bhakti Husada di Puskesmas Mauk ini mengirimkan pesan optimisme bagi masa depan bangsa. Di tangan anak-anak muda ini, atribut seragam Pramuka tidak lagi sekadar simbol kedisiplinan, melainkan sebuah seruan aksi nyata kemanusiaan untuk menjaga kesehatan sesama.
Ketika sekelompok pemuda memilih peduli untuk menjadi pelindung bagi lingkungannya dari ancaman penyakit, di situlah fondasi pertahanan sebuah daerah dibangun dengan kokoh. Lewat pengetahuan yang mereka bawa pulang hari ini, mereka sedang merajut hari esok yang lebih bersih, lebih sehat, dan lebih bermartabat bagi seluruh masyarakat Mauk.
thttps://tangerangjasa.id/wp-content/uploads/2025/11/TJ-S.jpeg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *