Sekitar Kita

Insiden Maut di Proyek Infrastruktur Perumda Tirta Benteng, Pentingnya Peninjauan Ulang Standar Keamanan

10
×

Insiden Maut di Proyek Infrastruktur Perumda Tirta Benteng, Pentingnya Peninjauan Ulang Standar Keamanan

Sebarkan artikel ini
KOTA TANGERANG, JN – Sebuah insiden lalu lintas fatal yang menewaskan pengendara sepeda motor bernama Rifki Ripanto di Jalan Raya Gatot Subroto, Jatiuwung, Kota Tangerang, telah memicu sorotan tajam terhadap standar operasional prosedur (SOP) keselamatan proyek infrastruktur daerah. Peristiwa nahas pada Kamis malam, 4 Desember 2025, tersebut diduga kuat akibat minimnya mitigasi risiko pada area galian pipa Perumda Tirta Benteng (PDAM TB).
Kronologi kejadian menunjukkan bahwa korban melaju di ruas jalan yang sedang dalam pengerjaan galian pipa air bersih. Diduga karena ketiadaan penerangan dan rambu peringatan yang memadai, korban menabrak pembatas proyek, terpental, dan tragisnya, terlindas oleh kendaraan truk yang melintas. Korban meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka berat di kepala.
Kapolsek Jatiuwung Kompol Robiin membenarkan insiden ini dan mengonfirmasi kematian korban di lokasi. Peristiwa ini kemudian viral di media sosial, memicu kemarahan publik terhadap kondisi proyek yang dinilai “mangkrak” atau berjalan lambat.
Terkait hal ini, proyek galian pipa tersebut diketahui merupakan bagian dari upaya peningkatan cakupan layanan air minum Perumda TB. Kendati secara spesifik PT atau kontraktor pelaksana yang mengerjakan proyek tersebut belum memberi tanggapan ke publik, namun tanggung jawab pengawasan dan penyelesaian berada di bawah koordinasi Perumda TB dan Dinas PUPR Kota Tangerang. Proyek ini disebut mangkrak akibat kendala teknis dan koordinasi pengerjaan yang belum optimal.
Pihak Perumda Tirta Benteng, melalui pejabat terkait yang diwawancarai, menyatakan keprihatinan mendalam atas insiden tersebut. Mereka berjanji akan menyelesaikan proyek galian segera, dengan target penyelesaian pada tanggal 20 Desember 2025.
“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan ini dan meminta kerja sama masyarakat untuk lebih berhati-hati di sekitar area proyek. Aspek keselamatan dan percepatan pengerjaan menjadi prioritas kami saat ini,” ujar pejabat Perumda TB tersebut.
Keluarga korban, Rifki Ripanto, yang mengalami syok mendalam, saat ini tengah didampingi untuk proses pemakaman dan menuntut kejelasan hukum serta pertanggungjawaban penuh dari pihak pelaksana proyek dan Perumda TB atas kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa. Peristiwa ini menjadi pengingat pahit akan urgensi pengawasan ketat terhadap keselamatan kerja dan perlindungan warga sipil di area proyek infrastruktur vital.
Peristiwa ini menyoroti risiko keselamatan yang ditimbulkan oleh proyek infrastruktur yang tidak dikelola dengan pengamanan yang optimal, dan menuai perhatian serius dari berbagai pihak. (LAI)
thttps://tangerangjasa.id/wp-content/uploads/2025/11/TJ-S.jpeg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *