Internasional

Kronologi Operasi Militer AS dan Penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro

4
×

Kronologi Operasi Militer AS dan Penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro

Sebarkan artikel ini
Caracas
Presiden Venezuela, Nicolás Maduro
Penangkapan Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, oleh Amerika Serikat pada awal Januari 2026 merupakan sebuah peristiwa geopolitik yang mengguncang stabilitas global.
CARACAS, TANGERANGJASA – Dunia internasional dikejutkan oleh operasi militer kilat yang diluncurkan Amerika Serikat ke wilayah kedaulatan Venezuela pada Sabtu dini hari, 3 Januari 2026. Operasi yang dinamakan oleh Washington sebagai “Operation Restore Democracy” ini berakhir dengan klaim penangkapan Presiden Nicolás Maduro.
Kronologi Serangan dan Penangkapan
Ketegangan telah mencapai puncaknya sejak Desember 2025, ketika AS memperketat blokade maritim di lepas pantai Venezuela.
  • Sabtu, 3 Januari 2026 (Pukul 02.00 VET): Serangkaian serangan udara presisi menghancurkan sistem pertahanan udara S-300 milik Venezuela di sekitar Caracas dan pangkalan udara di Maracay.
  • Pukul 03.15 VET: Unit elit Delta Force, didukung oleh helikopter siluman, mendarat di kompleks kepresidenan dan sebuah lokasi aman (safe house) di Distrik Baruta, Caracas.
  • Pukul 04.30 VET: Nicolás Maduro bersama istrinya, Cilia Flores, dilaporkan berhasil diamankan tanpa perlawanan berarti dari garda kepresidenan yang telah lumpuh akibat serangan elektronik (cyber-jamming). Mereka segera dievakuasi menuju pangkalan militer AS di luar negeri sebelum diterbangkan ke New York.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump melalui platform resminya, menegaskan tindakan ini sebagai langkah penegakan hukum internasional.
“Hari ini, keadilan telah ditegakkan. Sang diktator yang telah lama menyengsara rakyatnya dan meracuni generasi muda kita dengan narkoba kini berada dalam tahanan AS. Kami tidak akan membiarkan rezim narkoteroris berkuasa di belahan bumi kita.”

Sebelum komunikasi resmi diputus, pihak Pemerintah Venezuela melalui Wakil Presiden Delcy Rodríguez sempat merilis kecaman keras.
“Ini adalah tindakan agresi pengecut dan pelanggaran hukum internasional yang paling kasar dalam sejarah modern. Presiden Maduro adalah simbol kedaulatan kami. Rakyat Venezuela akan melawan setiap jengkal tanah dari pendudukan imperialis!”
Di kutip dari Media lokal Telusur (milik Pemerintah Venezuela/Regional-red)yang berada di lokasi memberikan gambaran mencekam mengenai situasi di ibu kota.

“Langit Caracas menyala merah akibat ledakan. Jet-jet tempur asing melintasi gedung-gedung tinggi, menciptakan horor bagi warga sipil yang tidak berdosa. Ini adalah invasi terencana terhadap kemerdekaan Amerika Latin.”

Hal yang sama digambarkan El Nacional, Media Independen Venezuela

“Suara tembakan terdengar di sekitar istana Miraflores. Jalanan kosong, warga berlindung di bawah tanah. Ketidakpastian menyelimuti masa depan bangsa saat laporan penangkapan presiden mulai menyebar di radio-radio gelap.”

Sementara itu Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu RI) melalui juru bicaranya  memberikan respons diplomatik yang terukur guna menjaga stabilitas kawasan dan keamanan warga negara.
“Indonesia memantau dengan keprihatinan mendalam atas perkembangan situasi militer di Venezuela. Kami menyerukan kepada semua pihak untuk menahan diri dan mengutamakan jalan dialog sesuai dengan piagam PBB. Keselamatan warga sipil harus menjadi prioritas utama. Hingga saat ini, 85 WNI yang berada di Venezuela telah terdata dan dalam kondisi aman di bawah koordinasi KBRI Caracas.” terangnya
Jaksa Agung AS, Pam Bondi, menegaskan bahwa Maduro akan segera dihadapkan pada dakwaan konspirasi narkoterorisme di Pengadilan Distrik Selatan New York. Dunia kini menanti apakah peristiwa ini akan membawa Venezuela menuju transisi demokrasi atau justru memicu perang gerilya berkepanjangan di Amerika Selatan.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di Caracas masih berada di bawah jam malam ketat dengan pengawasan ketat dari kekuatan militer yang tersisa. ( Nasir)
thttps://tangerangjasa.id/wp-content/uploads/2025/11/TJ-S.jpeg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *