Ekonomi

Napi Lapas Tangerang Sulap FABA Jadi Paving Block Berdaya Jual Tinggi

2
×

Napi Lapas Tangerang Sulap FABA Jadi Paving Block Berdaya Jual Tinggi

Sebarkan artikel ini
Warga binaan Lapas Kelas I Tangerang mengenakan rompi kerja sedang mencetak paving block dari limbah FABA di bengkel kerja lapas, menunjukkan proses kemandirian dan produktivitas narapidana.
Pemberdayaan Narapidana dan Pengolahan Limbah FABA di Lapas
TANGERANGJASA NEWS – Di balik tembok tinggi dan kawat berduri, sebuah transformasi kemanusiaan sekaligus lingkungan tengah berlangsung. Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang berhasil membuktikan bahwa masa lalu yang kelam tidak menghalangi kontribusi nyata bagi bumi. Melalui tangan-tangan terampil mereka, limbah sisa pembakaran batu bara atau Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) kini disulap menjadi produk konstruksi bernilai ekonomi tinggi berupa paving block.
Langkah inovatif ini bukan sekadar aktivitas pengisi waktu luang, melainkan jembatan bagi para narapidana untuk kembali ke masyarakat dengan keahlian baru dan kemandirian finansial.
Program ini bermula dari keprihatinan terhadap pemanfaatan limbah industri yang selama ini dianggap beban lingkungan. Dengan bimbingan teknis yang ketat, para warga binaan mencampur FABA dengan komposisi tertentu hingga menghasilkan paving block yang memenuhi standar kekuatan konstruksi.
Kesuksesan produk ini di pasar lokal tidak hanya memberikan kepuasan batin bagi para perajin di balik jeruji, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung. Para napi yang terlibat diketahui mampu meraup premi atau upah kerja hingga Rp350.000 per bulan, yang dapat digunakan untuk membantu keluarga di luar atau ditabung sebagai modal setelah bebas nanti.
 Kepala Lapas Kelas I Tangerang, Fikri Juhdi, menyatakan bahwa program ini adalah manifestasi dari tujuan sistem pemasyarakatan modern yang berorientasi pada pembinaan kemandirian.
“Kami ingin menghapus stigma bahwa lapas hanyalah tempat penghukuman. Dengan pengolahan FABA menjadi paving block ini, kami menanamkan nilai-nilai baru yakni disiplin, etos kerja, dan kecintaan pada lingkungan”.terangnya
“Upah premi sebesar Rp350 ribu tersebut adalah bentuk penghargaan atas keringat mereka, sekaligus pemantik semangat bahwa mereka masih bisa berdaya dan memberikan manfaat nyata bagi pembangunan daerah,” tambah Fikri Juhdi.
Program ini juga mendapat dukungan dari sektor industri sebagai penyedia bahan baku limbah. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa ekonomi sirkular dapat diterapkan di mana saja, bahkan di dalam lembaga pemasyarakatan. Pemanfaatan limbah FABA mengurangi penumpukan sampah industri sekaligus menyediakan alternatif material bangunan yang lebih ramah kantong bagi masyarakat.
Melalui paving block dari balik jeruji ini, Tangerang menunjukkan bahwa rehabilitasi sosial yang sukses adalah yang mampu memadukan aspek kemanusiaan dengan keberlanjutan lingkungan. (Rahman)
thttps://tangerangjasa.id/wp-content/uploads/2025/11/TJ-S.jpeg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *