KOTA TANGERANG, JN – Kota Tangerang berada di ambang penetapan status siaga darurat hidrometeorologi. Usulan ini diajukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kepada Wali Kota Sachrudin, menyusul hasil pembahasan dan analisis data meteorologis dari BMKG yang memprediksi puncak cuaca ekstrem, berupa hujan lebat, akan berlangsung intensif mulai Desember 2025 hingga Februari 2026.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, menjelaskan bahwa penetapan status ini fundamental untuk mengaktivasi respons yang lebih efektif dan responsif dari seluruh pemangku kepentingan kebencanaan.
“Penetapan status siaga darurat bencana hidrometeorologi pasca-analisis BMKG ini krusial guna percepatan koordinasi penanganan,” papar Mahdiar di Tangerang, Kamis (4/12/2025).
Mahdiar menambahkan, status siaga darurat memungkinkan pengerahan sumber daya yang lebih optimal, termasuk dukungan personel, logistik, peralatan, dan pembiayaan darurat. Selain aspek respons, BPBD juga meningkatkan kewaspadaan melalui edukasi dan sosialisasi masif kepada masyarakat untuk memantau kondisi cuaca setiap waktu. Warga bahkan diimbau untuk menyiapkan tas siaga bencana di rumah.
Wali Kota Tangerang Sachrudin menegaskan bahwa upaya kesiapsiagaan terus dimaksimalkan, berfokus pada penanganan darurat dan pengawasan daerah rawan banjir di kawasan aliran sungai. Pemkot Tangerang juga telah mengintegrasikan teknologi dalam mitigasi melalui aplikasi SI PANTAU, yang menyediakan informasi real-time dan sirine peringatan dini berbasis smartphone jika potensi banjir terdeteksi.( ROY)













