Antisipasi

Hujan Ekstrem Kepung 18 Titik, BPBD Pacu Evakuasi dan Penanganan Pohon Tumbang

18
×

Hujan Ekstrem Kepung 18 Titik, BPBD Pacu Evakuasi dan Penanganan Pohon Tumbang

Sebarkan artikel ini
Petugas BPBD Kota Tangerang mengevakuasi warga menggunakan perahu karet di lokasi banjir Jl. KH Ahmad Dahlan Cipondoh setinggi 110 cm, 22 Januari 2026."
Kesiapsiagaan Bencana: Personel gabungan dilokasi Larangan selatan Kecamatan Larangan
Tangerangjasa News – Alam sedang menguji ketangguhan Kota Tangerang. Hujan lebat dengan intensitas sangat tinggi disertai angin kencang yang mengguyur sejak Kamis pagi (22/1/2026), mengakibatkan banjir di 18 titik strategis serta insiden pohon tumbang di empat lokasi berbeda. Di tengah kepungan air yang mencapai kedalaman hingga 110 cm, denyut nadi kemanusiaan tetap berdetak kencang melalui gerak cepat petugas gabungan di lapangan.
Berdasarkan status siaga yang dirilis BMKG, Pemerintah Kota Tangerang langsung mengaktivasi protokol darurat. Personel BPBD, OPD terkait, hingga relawan dikerahkan untuk melakukan mitigasi, mulai dari penyedotan genangan hingga evakuasi warga yang terjebak di pemukiman.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, mengungkapkan bahwa fokus utama saat ini adalah keselamatan jiwa dan pemulihan akses publik. Di wilayah Cipondoh, tepatnya di Jl. KH Ahmad Dahlan, air sempat menyentuh ketinggian kritis 110 cm, sementara kawasan industri di Jatiuwung dan Cibodas turut terdampak signifikan.
“Tim kami telah bersiaga sejak fajar menyingsing. Fokus kami adalah evakuasi warga ke posko darurat serta memastikan pohon-pohon yang menimpa bangunan dan akses jalan segera tertangani. Kami memohon masyarakat untuk tetap tenang namun waspada, mengikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama,” ujar Mahdiar di tengah pantauan lokasi terdampak, Kamis (22/1/2026).
Tak hanya banjir, angin kencang menyebabkan pohon tumbang yang merusak rumah warga di Larangan Selatan dan menutup akses utama di Jl. Jendral Sudirman. Petugas saat ini terus memobilisasi perahu karet untuk membantu mobilisasi warga di titik-titik genangan terdalam.
Tragedi cuaca ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan kolektif. Di posko-posko darurat, sinergi antara aparat dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menghadapi dampak hidrometeorologi yang kian ekstrem di awal tahun 2026 ini.( Fadli Hadi)
thttps://tangerangjasa.id/wp-content/uploads/2025/11/TJ-S.jpeg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *