TANGERANGJASA NEWS – Menanggapi dinamika persoalan banjir di wilayah Parung Jaya, Kecamatan Karang Tengah, manajemen Metland Cyber Puri secara resmi memberikan klarifikasi komprehensif terkait infrastruktur drainase kawasan. Dalam semangat transparansi dan tanggung jawab sosial, pihak pengembang menegaskan komitmennya untuk menjadi bagian dari solusi penanganan genangan yang berdampak pada warga sekitar.
Dept Head Metland Cyber Puri, Anthon K. Mendrofa, menjelaskan bahwa pihaknya telah menginvestasikan pembangunan infrastruktur makro berupa saluran irigasi berdimensi 2×2 meter yang dirancang mengalirkan debit air dari Parung Jaya langsung menuju Kali Angke. Langkah teknis ini diambil sebagai bentuk mitigasi preventif terhadap risiko luapan air di wilayah penyangga.
Namun, efektivitas infrastruktur tersebut kini menghadapi tantangan serius di lapangan. Anthon mengungkapkan adanya sedimentasi dan penumpukan sampah domestik pada saluran warga yang menghambat laju air. “Kami rutin melakukan normalisasi dan pembersihan di titik-titik krusial agar tidak terjadi penyumbatan. Kami juga terus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya budaya tidak membuang sampah ke saluran air,” tuturnya, Pada Senin (30/3/2026).
Selain faktor sampah, manajemen mengidentifikasi adanya anomali lonjakan debit air yang diduga berasal dari proyek pembangunan pihak ketiga di luar area Metland. Kondisi ini menyebabkan beban air di wilayah Parung Jaya meningkat drastis dibandingkan periode sebelumnya.
Menyikapi aspirasi warga RT 01/RW 02 terkait keberadaan Lapangan Padel Kingdom dan perubahan fungsi lahan resapan, pihak Metland menekankan bahwa mereka tidak menutup mata. Diskusi internal tengah diakselerasi untuk mencari jalan keluar kolektif. “Kami merasakan dampak yang sama karena kawasan kami pun ikut terdampak genangan. Kami berkomitmen untuk terus support dan mencari solusi terbaik yang bersifat jangka panjang,” tegas Anthon.
Polemik ini menjadi momentum penting bagi seluruh stakeholder, baik pengembang maupun warga, untuk memperkuat kolaborasi dalam pemeliharaan lingkungan demi mewujudkan kawasan yang resilien terhadap cuaca ekstrem.
Penyelesaian masalah banjir di wilayah urban memerlukan pendekatan lintas sektoral. Melalui keterbukaan dialog dan pembenahan infrastruktur secara simultan, diharapkan harmoni antara pembangunan kawasan komersial dan kelestarian permukiman warga dapat terjaga dengan baik di Kota Tangerang.

