Ekonomi

Pemkot Tangsel Gandeng BSI Sulap Masjid Jadi Pusat Keuangan Mikro Warga

43
×

Pemkot Tangsel Gandeng BSI Sulap Masjid Jadi Pusat Keuangan Mikro Warga

Sebarkan artikel ini
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan saat berjabat tangan dengan jajaran direksi Bank Syariah Indonesia (BSI) pasca-penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pemberdayaan ekonomi umat.
RESTU FISKAL BERBASIS MASJID: Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan (tengah), didampingi perwakilan BSI dan pengurus DMI saat membuka one-day workshop manajemen keuangan syariah di Puspemkot Tangsel, Rabu (12/8/2026).
Pemerintah Kota Tangerang Selatan berkolaborasi dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) untuk mengoptimalkan potensi ekonomi syariah melalui pemberdayaan berbasis rumah ibadah. Langkah strategis ini diawali dengan penandatanganan kesepakatan pemanfaatan layanan perbankan di Puspemkot Tangsel, Rabu (12/8/2026), yang diproyeksikan mampu mentransformasi fungsi masjid menjadi episentrum perputaran modal bagi 100 ribu pelaku UMKM lokal.
TANGERANGJASA NEWS— Masjid tidak boleh sekadar diposisikan sebagai ruang ritualistik yang sunyi dari diskursus kesejahteraan material jemaahnya. Rumah ibadah harus dikembalikan pada fungsi historisnya sebagai episentrum peradaban, termasuk menjadi jangkar penggerak ekonomi domestik. Menangkap peluang sosiologis tersebut, Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) menggandeng Bank Syariah Indonesia (BSI) untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah di tingkat akar rumput, Rabu (12/8/2026).
Langkah taktis ini diresmikan melalui penandatanganan kesepakatan bersama terkait pemanfaatan produk, instrumen, dan layanan perbankan syariah yang dilangsungkan di Gedung Pusat Pemerintahan Kota Tangerang Selatan (Puspemkot Tangsel). Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, menjabarkan bahwa nota kesepahaman ini memuat peta jalan (roadmap) yang komprehensif. Cakupannya meluas mulai dari akselerasi literasi keuangan syariah, pengembangan kapasitas koperasi, layanan perencanaan finansial seperti tabungan haji dan emas, hingga program riil pemberdayaan ekonomi umat.
“Kesepakatan bersama ini merupakan bentuk sinergi antara Pemkot Tangsel dengan dunia perbankan untuk meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Pilar secara normatif di hadapan awak media.
Dari perspektif makro ekonomi daerah, Pilar memaparkan data pembanding yang menjanjikan. Tangerang Selatan saat ini ditopang oleh sedikitnya 100 ribu pelaku UMKM. Modalitas ekonomi yang masif ini berkelindan erat dengan tingginya jumlah rumah ibadah yang tersebar di tujuh kecamatan, yang jika dikelola dengan nalar manajemen modern, dapat bertransformasi menjadi lembaga keuangan mikro syariah yang mandiri. 
Agar lompatan kebijakan ini tidak layu sebagai dokumen seremonial di atas kertas (Memorandum of Understanding), Pemkot Tangsel langsung mengonversinya menjadi kerja teknis lapangan. Bersamaan dengan penandatanganan tersebut, digelar one-day workshop yang mengonsolidasikan pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) dari 300 masjid se-Tangerang Selatan.
Skema kurasi dan penyaringan data peserta dirancang secara berjenjang untuk menjamin efektivitas program:
    • Fase Pertama: Sebanyak 300 masjid mengikuti lokakarya awal untuk penyamaan persepsi manajemen keuangan.
    • Fase Kedua: Dipilih 25 masjid terbaik untuk diikutkan dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Manajemen Masjid intensif pada 11–13 September 2026 di Masjid Raya Bintaro Jaya dengan kuota 50 peserta.
    • Fase Konklusi: Dari 25 peserta bimtek, akan disaring kembali menjadi 4 masjid percontohan yang berhak menerima kucuran modal dan intervensi pendanaan jemaah melalui skema Baznas Microfinance Masjid (BMM).

Pilar menegaskan, asistensi dan peningkatan kapasitas (capacity building) bagi para pengurus DKM menjadi instrumen mutlak. Pengelolaan dana umat, infak, maupun sedekah harus dieksekusi secara profesional, akuntabel, dan patuh pada regulasi fikih muamalah agar mampu melahirkan kemandirian ekonomi. Beliau mendesak konvergensi energi antara Pemkot, BSI, Baznas, Dewan Masjid Indonesia (DMI), dan takmir masjid terus diperkuat secara vertikal maupun horizontal.
“Semoga sinergi ini mampu menghadirkan masjid yang makmur, jemaah yang sejahtera, ekonomi umat yang kuat, serta manfaat yang semakin luas bagi masyarakat Tangerang Selatan,” pungkas Pilar optimis.
thttps://tangerangjasa.id/wp-content/uploads/2025/11/TJ-S.jpeg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *