Tangerangjasa News — Makna kemerdekaan dan kedaulatan ekonomi sejatinya harus bersifat inklusif serta menyentuh setiap individu tanpa memandang keterbatasan fisik. Memanfaatkan momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Polda Metro Jaya, meluncurkan program intervensi kemanusiaan berupa pemberian bantuan kaki palsu bagi pengemudi ojek online (ojol) penyandang disabilitas.
Aksi sosial berbasis komunitas ini digerakkan sebagai instrumen penguat sinergi antara aparat penegak hukum dan para pekerja sektor transportasi informal. Dalam mengeksekusi program tersebut, otoritas kepolisian bandara membangun kemitraan strategis dengan organisasi kemanusiaan lintas negara, Yayasan Buddha Tzu Chi, untuk melakukan kurasi penyerahan bantuan secara presisi kepada penerima manfaat.
“Bantuan tersebut merupakan wujud perhatian Polri agar para pengemudi tetap dapat bekerja secara mandiri dan produktif. Jadi di momentum ini kemerdekaan harus dirasakan oleh semua lapisan masyarakat, termasuk teman-teman pengemudi ojol,” jabar Kapolresta Bandara Soetta, Kombes Pol Wisnu Wardana, dalam keterangannya di Tangerang, Banten, yang dikonfirmasi pada Selasa (18/8/2026).
Edukasi Safety Riding dan Ketertiban Gerbang Internasional
Di samping pemulihan mobilitas fisik melalui protesis, Polresta Bandara Soetta tidak mengabaikan aspek keselamatan kerja para pengemudi ojol di aspal raya. Rangkaian seremoni penyerahan bantuan tersebut langsung diintegrasikan dengan pembekalan materi Safety Riding (keamanan berkendara) serta edukasi regulasi lalu lintas yang komprehensif.
Langkah preventif ini diformulasikan guna mengeskalasi kesadaran kolektif para pengemudi ojol terhadap tata tertib berkendara. Sebagai pilar komuter di kawasan vital nasional, perilaku berkendara komunitas ojol dinilai berbanding lurus dengan citra dan reputasi keamanan Bandara Internasional Soekarno-Hatta di mata dunia.
“Kami ingin pengemudi ojol tidak hanya cepat, tetapi juga selamat. Jadilah pelopor keselamatan berlalu lintas. Dengan tertib berlalu lintas, kita ikut menjaga nama baik Bandara Soekarno Hatta,” tambah Kombes Wisnu.
Guna menjamin stabilitas keamanan jangka panjang, Kapolresta turut mengimbau masyarakat luas untuk tidak ragu mengeksploitasi layanan kedaruratan Call Center 110 Polri. Keterlibatan aktif publik dalam melaporkan setiap gejala gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di area bandara dinilai menjadi prasyarat mutlak dalam menciptakan ekosistem kerja yang kondusif sekaligus produktif.



