BENCANA ALAM

Resiliensi Warga Hadapi Banjir Kelima Tahun 2026 di Tengah Kepungan 11 Titik Genangan Tangsel

9
×

Resiliensi Warga Hadapi Banjir Kelima Tahun 2026 di Tengah Kepungan 11 Titik Genangan Tangsel

Sebarkan artikel ini
Evakuasi warga menggunakan perahu karet di Perumahan Bukit Pamulang Indah (BPI) Tangerang Selatan saat banjir malam hari.
Penjaga Keamanan: Personel Sat Brimob Polda Metro Jaya menggunakan perahu karet menyusuri gang perumahan BPI Pamulang untuk memastikan keselamatan warga yang memilih tetap bertahan di lantai dua rumah mereka.
TANGERANGJASA NEWS– Sabtu malam Lalu  (4/4/2026) menjadi ujian kesabaran bagi warga Perumahan Bukit Pamulang Indah (BPI) RW 04, Kecamatan Pamulang. Di tengah kepungan air yang merendam sedikitnya 100 rumah, warga memilih untuk bertahan dalam apa yang mereka sebut sebagai “adaptasi paksa” terhadap bencana. Fenomena ini menyoroti sisi humanis warga Tangsel yang mulai terbiasa memitigasi banjir secara mandiri, meskipun kelelahan psikologis akibat frekuensi banjir yang kian intens tak lagi dapat disembunyikan.
Bagi warga seperti Septian (41), banjir bukan lagi kejutan, melainkan tamu rutin. Mayoritas rumah di BPI kini telah bertransformasi secara arsitektural—ditinggikan atau memiliki lantai dua—sebagai bentuk pertahanan terhadap debit air. “Kami tidak kaget lagi. Bangunan sudah tinggi, jadi air jarang masuk ke area utama rumah. Kalaupun masuk, kami pindah ke lantai dua,” jelas Septian.
Karakteristik banjir di BPI juga tergolong unik; warga menyebutnya sebagai “banjir air bersih” karena murni berasal dari luapan bendungan dan sungai, bukan banjir lumpur yang pekat. Mobilitas warga saat ini sepenuhnya bergantung pada perahu karet yang disediakan oleh Tim SAR Batalyon C Pelopor Sat Brimob Polda Metro Jaya untuk keluar-masuk kompleks selama air belum surut.
Kondisi di BPI Pamulang merupakan bagian dari laporan kebencanaan yang lebih luas. Berdasarkan data BPBD, tercatat 11 wilayah di Tangerang Selatan serentak terendam banjir pada Sabtu malam akibat curah hujan tinggi yang merata. Wilayah terdampak meliputi:
  • Kecamatan Pamulang: BPI dan sekitarnya.
  • Kecamatan Ciputat & Ciputat Timur: Sejumlah titik perumahan rendah.
  • Kecamatan Serpong & Pondok Aren: Lokasi-lokasi langganan genangan.
Dantim SAR Brimob, Ipda Muhammad Adi Mulyono, mengonfirmasi bahwa meski terdampak luas, tidak ada posko pengungsian yang didirikan secara khusus di BPI karena warga memilih bertahan. Fokus aparat saat ini adalah patroli keamanan rumah kosong dan fasilitasi evakuasi darurat.
Meskipun warga menunjukkan resiliensi yang tinggi, desakan untuk perbaikan manajemen sumber daya air permanen terus disuarakan. Pemerintah Kota Tangerang Selatan diharapkan tidak hanya fokus pada evakuasi, tetapi juga pada normalisasi hulu sungai agar siklus banjir “langganan” ini tidak menjadi normalitas baru yang merugikan secara ekonomi dan mental.
thttps://tangerangjasa.id/wp-content/uploads/2025/11/TJ-S.jpeg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *