Kesehatan

Wamenkes Resmikan Pos Kesehatan Merah Putih di Pasar Tangerang sebagai Episentrum Preventif Nasional

50
×

Wamenkes Resmikan Pos Kesehatan Merah Putih di Pasar Tangerang sebagai Episentrum Preventif Nasional

Sebarkan artikel ini
Peresmian Pos Kesehatan Merah Putih di pasar tradisional Tangerang oleh Wamenkes RI untuk layanan kesehatan masyarakat.
Wakil Menteri Kesehatan dr. Benjamin Paulus Octavianus saat meninjau layanan pemeriksaan gula darah gratis di Pos Kesehatan Merah Putih Pasar Anyar, didampingi jajaran Dinkes Kota Tangerang

TANGERANGJASA.ID-Sebuah paradigma baru dalam pelayanan publik lahir di Kota Tangerang. Kehadiran Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benjamin Paulus Octavianus, untuk meresmikan Pos Kesehatan Merah Putih pada Sabtu (14/2/26) menandai pergeseran strategi medis dari kuratif menuju preventif-agresif. Menjadikan pasar tradisional sebagai lokasi pemeriksaan kesehatan dasar adalah langkah Humanisme Praktis yang memotong jalur birokrasi medis bagi rakyat kecil.

Wamenkes menegaskan bahwa Provinsi Banten dan Kota Tangerang kini berdiri sebagai Mercusuar Nasional dalam inovasi layanan kesehatan masyarakat. Dengan menempatkan tenaga medis di titik nadi ekonomi seperti Pasar Anyar dan Ciledug,
pemerintah sedang melakukan “jemput bola” terhadap potensi penyakit degeneratif.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dr. Dini Anggraeni, menggarisbawahi bahwa inisiatif ini adalah benteng pertahanan pertama melawan silent killer seperti hipertensi dan diabetes. Dengan semangat kolaborasi antara Dinkes, rumah sakit swasta, dan relawan, pasar kini bertransformasi tidak hanya sebagai tempat pertukaran materi, tetapi juga sebagai Gerbang Literasi Kesehatan yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Keberanian Kota Tangerang menjadikan pasar sebagai beranda depan pelayanan kesehatan adalah pesan kuat bagi seluruh wilayah di Indonesia: bahwa kesehatan adalah hak yang harus didekatkan, bukan kewajiban yang membebankan. Pos Kesehatan Merah Putih bukan sekadar tenda medis, melainkan simbol kehadiran negara di sela-sela kesibukan rakyat mencari nafkah. Inisiatif ini menjadi sorotan nasional karena berhasil mengubah persepsi pasar yang kumuh menjadi ruang publik yang higienis dan protektif, sebuah model ideal bagi pembangunan sumber daya manusia Indonesia menuju visi 2045. (AL)
thttps://tangerangjasa.id/wp-content/uploads/2025/11/TJ-S.jpeg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *