Tangerangjasa News – Masa depan mobilitas warga di wilayah penyangga ibu kota mulai menemukan bentuknya yang paling modern. Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang secara resmi menyatakan kesiapannya untuk melakukan akselerasi pengembangan kawasan perkotaan berorientasi transit atau Transit Oriented Development (TOD). Langkah strategis ini menyusul diterimanya dokumen hasil kajian dari kegiatan Jabodetabek Urban Transportation Policy Integration (JUTPI)-3, yang menjadi kompas pembangunan transportasi terpadu di Jabodetabek hingga tahun 2026.
Transformasi ini diproyeksikan tidak hanya akan memangkas waktu tempuh warga, tetapi juga menciptakan ekosistem hunian dan ekonomi yang lebih manusiawi di titik-titik pusat aktivitas transportasi massal.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tangerang, Yeti Rohaeti mengatakan Rencana pengembangan kawasan TOD ini akan dipusatkan pada sejumlah titik krusial di Kota Tangerang, yakni Terminal Poris Plawad, Stasiun Tangerang, dan kawasan Alam Sutera. Ketiga lokasi ini dipilih karena memiliki volume pergerakan masyarakat yang masif dan potensi pertumbuhan ekonomi yang tinggi.
“Kami menilai pengembangan kawasan perkotaan berorientasi transit ini menjadi salah satu kunci dalam menciptakan kota yang terintegrasi, baik di sektor tata ruang, transportasi, maupun aktivitas ekonomi masyarakatnya. Ke depannya, Pemkot Tangerang akan mendukung penuh langkah ini yang rencananya akan diimplementasikan secara bertahap,” ujar Yeti Rohaeti di hadapan perwakilan pemerintah pusat, Rabu (14/1/26) saat menghadiri Rapat Tim Koordinasi Perencanaan Penataan Perkotaan Berorientasi Transit (TUPC) Jabodetabek bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian di Jakarta
Lebih jauh, Yeti menekankan bahwa TOD bukan sekadar membangun terminal atau stasiun yang mewah, melainkan membangun simpul kehidupan baru. Pemkot Tangerang berkomitmen memastikan infrastruktur penunjang, seperti jalur pedestrian yang ramah disabilitas dan akses transportasi pengumpan (feeder), siap mengiringi proyek besar ini.
“Kawasan TOD mempunyai potensi yang sangat besar sebagai kawasan pertumbuhan ekonomi baru yang akan berdampak langsung bagi masyarakat. Kami akan memastikan kualitas tata ruang kota terintegrasi dengan sistem transportasi massal yang efisien, inklusif, dan berdaya saing,” tambahnya dalam rapat tersebut.
Dalam pandangan intelektual perkotaan, langkah Pemkot Tangerang ini merupakan respons atas tuntutan keberlanjutan lingkungan. Dengan mendorong warga beralih ke transportasi massal yang terintegrasi dengan hunian, emisi karbon perkotaan dapat ditekan secara signifikan. Pemkot Tangerang akan terus berkoordinasi secara intensif dengan pemerintah pusat untuk memastikan realisasi kawasan TOD berjalan sesuai target demi kesejahteraan warga Jabodetabek. (Hasyim)













