Layanan Publik

Pemkot Tangerang Jadikan Ramadan sebagai Madrasah Integritas dan Pelayanan Publik

13
×

Pemkot Tangerang Jadikan Ramadan sebagai Madrasah Integritas dan Pelayanan Publik

Sebarkan artikel ini
Sekretaris Daerah Kota Tangerang, Herman Suwarman, memberikan arahan dalam pembukaan Pengajian Pegawai di Masjid Raya Al-A'zhom.
Membangun Spiritualitas Kolektif: Sekda Kota Tangerang, Herman Suwarman (tengah), saat membuka rangkaian pengajian Ramadan bagi ASN guna memperkuat nilai tanggung jawab dan profesionalisme di lingkungan pemerintahan, Kamis (19/02/2026).

TANGERANGJASA.ID-Pemerintah Kota Tangerang menegaskan komitmennya dalam melakukan transformasi karakter aparatur negara melalui momentum bulan suci Ramadan 1447 H. Alih-alih dipandang sebagai masa penurunan produktivitas, Ramadan justru diposisikan sebagai “madrasah pembinaan” untuk melahirkan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tidak hanya unggul secara administratif, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan integritas tinggi.

Sekretaris Daerah Kota Tangerang, Herman Suwarman, dalam pembukaan Pengajian Pegawai di Masjid Raya Al-A’zhom, Kamis (19/02/2026), menyampaikan bahwa esensi puasa seharusnya menjadi katalisator bagi peningkatan kualitas layanan publik. Menurutnya, kejujuran dan disiplin yang dilatih selama berpuasa merupakan modal utama dalam menjalankan amanah sebagai pelayan masyarakat.
“Ramadan bukan sekadar rutinitas spiritual personal. Ia adalah ruang bagi kita untuk mereset niat dan memperkuat nilai-nilai kejujuran serta tanggung jawab. Jika ibadah puasa dilakukan dengan benar, dampaknya harus terasa pada peningkatan dedikasi kita dalam melayani warga,” ujar Herman di hadapan ribuan pegawai.
Sebagai langkah konkret, Pemkot Tangerang menginisiasi kebijakan pengalihan apel pagi menjadi pengajian rutin setiap hari kerja selama Ramadan. Kebijakan ini diambil untuk membangun kesadaran spiritual kolektif sebelum ASN menyentuh meja pelayanan. Herman menekankan bahwa profesionalitas dan religiusitas adalah dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan dalam birokrasi modern
.
“Kinerja yang prima lahir dari hati yang bersih. Kami ingin Ramadan ini menjadi energi moral bagi seluruh pegawai agar standar pelayanan publik di Kota Tangerang terus meningkat, meskipun dalam kondisi berpuasa,” tambahnya.
Selaras dengan hal tersebut, K.H. A. Bahrul Hikam dalam tausiyah perdananya mengingatkan pentingnya konsep istiqomah dalam bekerja dan beribadah. Beliau menekankan bahwa konsistensi dalam melakukan kebaikan, sekecil apa pun itu, jauh lebih bernilai daripada semangat sesaat yang cepat memudar.
Pesan ini menjadi pengingat bagi seluruh elemen pemerintahan bahwa transformasi birokrasi yang humanis dimulai dari konsistensi hati setiap individunya. Melalui integrasi nilai-nilai keagamaan ke dalam etos kerja, Pemkot Tangerang berupaya menghadirkan wajah pemerintahan yang lebih empati, transparan, dan berdedikasi.
Langkah Pemerintah Kota Tangerang ini menjadi preseden penting bagi daerah lain di Indonesia tentang bagaimana mengonversi nilai-nilai religi menjadi kekuatan penggerak birokrasi. Di tengah sorotan publik terhadap integritas aparatur negara, inisiatif menjadikan Ramadan sebagai laboratorium karakter adalah jawaban nyata untuk mewujudkan Indonesia yang lebih transparan dan melayani dari hati.(RA)
thttps://tangerangjasa.id/wp-content/uploads/2025/11/TJ-S.jpeg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *