Layanan Publik

Strategi Pemkot Tangerang Redam Fluktuasi Harga Pasar

12
×

Strategi Pemkot Tangerang Redam Fluktuasi Harga Pasar

Sebarkan artikel ini
Kepala Disperindagkop UKM Kota Tangerang, Suli Rosadi, melakukan sidak harga komoditas pangan di pasar tradisional untuk memastikan keterjangkauan harga bagi masyarakat.
Komitmen Stabilitas: Kepala Disperindagkop UKM Kota Tangerang, Suli Rosadi, saat memantau langsung pergerakan harga cabai dan daging ayam di pasar, Kamis (19/02/2026). Langkah ini merupakan bagian dari upaya mitigasi inflasi daerah selama bulan Ramadan.

TANGERANGJASA.ID-Pemerintah Kota Tangerang bergerak taktis dalam mengawal stabilitas harga kebutuhan pokok guna menjaga daya beli masyarakat selama Ramadan 1447 H. Melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disperindagkop UKM), pemantauan intensif dilakukan secara harian untuk memastikan distribusi pangan tetap lancar dan harga terkendali.

Kepala Disperindagkop UKM Kota Tangerang, Suli Rosadi, mengungkapkan bahwa secara umum harga pangan di pasar tradisional maupun ritel modern masih berada dalam koridor stabil. Meski demikian, ia mengakui adanya fluktuasi pada komoditas tertentu yang dipicu oleh tren pasar regional Jabodetabek.
“Kami melakukan pengawasan melekat setiap hari. Sejauh ini tidak ditemukan lonjakan harga yang ekstrem secara menyeluruh. Namun, komoditas seperti cabai rawit merah dan daging ayam broiler memang menjadi atensi khusus karena mengalami kenaikan signifikan,” ujar Suli saat melakukan peninjauan lapangan, Kamis (19/02/2026).
Data terkini menunjukkan harga cabai rawit merah menyentuh angka Rp100.000 per kilogram, sementara daging ayam broiler berkisar antara Rp35.000 hingga Rp50.000 per kilogram. Di sisi lain, komoditas strategis seperti beras tetap stabil di harga Rp12.000-Rp14.000 untuk kategori medium dan Rp15.000-Rp16.000 untuk premium.
Pemerintah juga memastikan stok minyak goreng kemasan tetap aman di harga Rp15.000-Rp18.000 per liter serta gula pasir pada kisaran Rp18.000-Rp19.000 per kilogram. Keberhasilan menjaga stabilitas pada komoditas ini menjadi kunci dalam menekan laju inflasi daerah di tengah meningkatnya konsumsi rumah tangga saat Ramadan.
Suli menegaskan, koordinasi lintas sektoral terus diperkuat untuk mengantisipasi spekulasi harga menjelang Hari Raya Idulfitri. “Fokus kami adalah memastikan warga dapat beribadah dengan tenang tanpa terbebani oleh ketidakpastian harga pangan,” pungkasnya.
Transparansi harga yang dilakukan Pemkot Tangerang melalui kanal digital menjadi potret tata kelola niaga yang modern dan berorientasi pada perlindungan konsumen. Upaya daerah dalam menjaga “isi piring” rakyat di bulan suci ini merupakan bagian krusial dari stabilitas ekonomi nasional, memastikan Ramadan tetap menjadi momentum kebahagiaan bagi seluruh lapisan masyarakat.
thttps://tangerangjasa.id/wp-content/uploads/2025/11/TJ-S.jpeg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *