Ekonomi

Istana Pilih Sapi Brangus 1,1 Ton asal Cipondoh, Sinyal Prabowo Dorong Kemandirian Peternak Lokal

12
×

Istana Pilih Sapi Brangus 1,1 Ton asal Cipondoh, Sinyal Prabowo Dorong Kemandirian Peternak Lokal

Sebarkan artikel ini
Sapi Brangus hitam berbobot 1,1 ton bernama Sambo berdiri sehat di kandang penggemukan Cipondoh, Tangerang, pasca dibeli Presiden Prabowo Subianto untuk kurban Iduladha 1447 H.
Sapi Brangus berbobot 1,1 ton bernama "Sambo" saat menjalani pengecekan kesehatan akhir di Kampung Gunung, Cipondoh, Kota Tangerang, sebelum diserahkan sebagai hewan kurban Presiden Prabowo Subianto.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dipastikan berkurban sapi Brangus seberat 1,1 ton bernama “Sambo” untuk masyarakat Kota Tangerang pada Iduladha 1447 H, sebagai bentuk dukungan terhadap peternak lokal. Sapi yang dibeli seharga Rp122 juta dari peternak Muhammad Roji di Cipondoh ini telah menjalani perawatan khusus dan dinyatakan bebas dari penyakit PMK.

 TANGERANGJASA NEWS — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dipastikan bakal berkurban satu ekor sapi jumbo untuk masyarakat Kota Tangerang, Banten, pada Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Langkah ini dinilai sebagai pesan simbolis mengenai komitmen kepala negara terhadap penguatan peternakan domestik dan pemenuhan gizi masyarakat. Sapi kurban pilihan Presiden kali ini merupakan jenis Brangus dengan bobot impresif mencapai 1,1 ton. Hewan ternak bertubuh legam dan kekar yang diberi nama “Sambo” tersebut lahir dari ketekunan peternak lokal di tempat penggemukan milik Muhammad Roji, yang berlokasi di Kampung Gunung, Kelurahan Cipondoh, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang.
Dedikasi Tiga Tahun dan Kedaulatan Pangan dari Cipondoh
Pemilik sapi, Muhammad Roji, menuturkan bahwa “Sambo” telah menjalani proses penggemukan di bawah pengawasannya selama tiga tahun terakhir. Untuk membentuk postur optimal pada sapi yang kini menginjak usia lima tahun tersebut, Roji menerapkan standar perawatan komprehensif. “Perawatannya khusus. Mandi rutin sehari dua kali, pagi dan sore, untuk memastikan kebersihan. Pakannya kita beri ampas tahu, konsentrat, hingga singkong,” ujar Roji saat ditemui di sela aktivitasnya, Rabu (13/05/2026). Selain asupan nutrisi yang terukur, aspek kesejahteraan hewan (animal welfare) juga menjadi prioritas utama. Sambo secara berkala menerima asupan vitamin B Kompleks dan B12, serta telah menerima vaksinasi lengkap sesuai regulasi DKP Kota Tangerang.
Sertifikasi Steril dan Nilai Keberpihakan Ekonomi
Sebelum resmi dipinang oleh pihak Istana, Sambo telah melewati serangkaian uji klinis dan laboratoris yang ketat. Berdasarkan pemeriksaan menyeluruh, otoritas veteriner menyatakan sapi Brangus ini negatif dari paparan penyakit antraks maupun Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Terkait nilai ekonomi, Roji membeberkan bahwa nilai jual sapi tersebut mencapai Rp122 juta. Nilai transaksi ini dipandang sebagai bentuk stimulus langsung dari kepala negara terhadap ekosistem peternakan rakyat.

Hingga laporan ini diturunkan, sapi Sambo masih berada dalam perawatan intensif. Kendati kepastian distribusi fisik menuju wilayah pemotongan di Kota Tangerang masih menunggu instruksi teknis dari Sekretariat Presiden, kehadiran kurban jumbo ini menaruh harapan besar sebagai simbol redistribusi kesejahteraan yang mempertautkan kepedulian negara dengan ketekunan masyarakat lokal.

 

thttps://tangerangjasa.id/wp-content/uploads/2025/11/TJ-S.jpeg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *