Ekonomi

Tekan Angka Pengangguran, Disnaker Kabupaten Tangerang Akselerasikan Ekosistem Link and Match Vokasi

27
×

Tekan Angka Pengangguran, Disnaker Kabupaten Tangerang Akselerasikan Ekosistem Link and Match Vokasi

Sebarkan artikel ini
Kepala Disnaker Kabupaten Tangerang Rudi Lesmana memimpin Rapat Koordinasi TKDV bersama narasumber Bappenas di The Grantage Hotel.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang, Rudi Lesmana (tengah), saat memberikan sambutan pembukaan dalam Rapat Koordinasi Tim Koordinasi Daerah Revitalisasi, Pendidikan, dan Pelatihan Vokasi (TKDV) di The Grantage Hotel & Sky Lounge, Selasa (26/5/2026). Forum ini fokus pada integrasi kurikulum vokasi dengan kebutuhan industri.
Tangerangjasa News — Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Tangerang bergerak taktis mengurai benang kusut ketenagakerjaan urban dengan menggelar Rapat Koordinasi Tim Koordinasi Daerah Revitalisasi, Pendidikan, dan Pelatihan Vokasi (TKDV). Forum strategis lintas sektoral ini dilangsungkan secara komprehensif di The Grantage Hotel & Sky Lounge, Pagedangan, Selasa (26/5/2026).
Langkah akselerasi ini diambil sebagai respons atas tingginya tantangan volatilitas pasar kerja di kawasan industri Tangerang. Melalui penguatan fungsi TKDV, pemerintah daerah berambisi menciptakan integrasi menyeluruh (link and match) yang memotong jarak antara suplai kelulusan lembaga pendidikan dengan dinamika kebutuhan riil sektor manufaktur serta jasa.
Perumusan Rekomendasi Konkret dan Transformasi SDM Adaptif
Kepala Disnaker Kabupaten Tangerang, Rudi Lesmana, menegaskan bahwa transformasi Sumber Daya Manusia (SDM) lokal tidak boleh lagi ditunda. Di tengah gempuran otomatisasi industri, tenaga kerja lokal dituntut bukan sekadar memiliki sertifikasi keahlian, melainkan memiliki kapasitas adaptif yang tinggi terhadap ekosistem digital publik.
“Kami menginstruksikan agar forum TKDV ini tidak terjebak dalam ruang diskusi teoretis semata. Output yang wajib dihasilkan adalah rekomendasi kebijakan dan program kerja yang konkret, terukur, serta langsung dapat diimplementasikan bersama. Kita harus mengubah persepsi dan mendongkrak mutu kemitraan lembaga vokasi,” ujar Rudi Lesmana.
Senada dengan hal itu, Kepala Bidang Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kerja, Lilis Mulyani, menjabarkan bahwa pemetaan kebutuhan pasar kerja domestik harus berbasis data riil perusaahan di Kabupaten Tangerang. Langkah ini krusial untuk meminimalisasi angka salah urus ketenagakerjaan dan pengangguran friksional di daerah.
Sinergi Lintas Pemangku Kepentingan Pusat Hingga Daerah
Guna mematangkan standardisasi kurikulum vokasi, rakor ini menghadirkan tiga narasumber otoritatif di bidang tata kelola ketenagakerjaan nasional:
  1. Autha Rachman, ST., M. Eng. (Direktorat Ketenagakerjaan Kementerian PPN/Bappenas), memaparkan cetak biru makro pengembangan ketenagakerjaan nasional.
  2. Fifin Rosian Alfian, S. Pd., MM (Kepala Seksi Pelatihan dan Sertifikasi Tenaga Kerja Disnakertrans Provinsi Banten), mengulas standardisasi uji kompetensi wilayah regional.
  3. Yusuf Adriyanto (Ketua FKLPID Serang), membagikan kisah sukses kemitraan industri di koridor Banten Barat.
Sinergi tripartit ini diproyeksikan mampu menjadi pemantik utama dalam melahirkan ekosistem ketenagakerjaan yang unggul, sehat, dan kompetitif di Kabupaten Tangerang.
Rapat koordinasi TKDV yang diinisiasi oleh Disnaker Kabupaten Tangerang ini meletakkan pondasi baru bagi peradaban industri yang lebih humanis. Membina dan merevitalisasi pendidikan vokasi pada hakikatnya adalah sebuah investasi kemanusiaan terbesar untuk membebaskan generasi muda dari bayang-bayang pengangguran.
Ketika ruang kelas dan ruang pabrik terhubung dalam visi yang sama, di situlah martabat para pekerja lokal ditinggikan. Masa depan ekonomi daerah tidak lagi bersandar pada murahnya upah, melainkan pada kemurnian keahlian dan ketangguhan karya yang dibawa oleh anak-anak bangsa ke dalam ruang-ruang produksi publik.
thttps://tangerangjasa.id/wp-content/uploads/2025/11/TJ-S.jpeg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *