Olahraga

Diwarnai Aksi Banting Kiper, Polresta Tangerang Tekuk DLHK 1-0 Menuju Final

108
×

Diwarnai Aksi Banting Kiper, Polresta Tangerang Tekuk DLHK 1-0 Menuju Final

Sebarkan artikel ini
Atmosfer Stadion Mini Kecamatan Solear yang menjadi lokasi pertandingan sepak bola babak semifinal Pekan Olahraga antar Pegawai (POP) antara tim Polresta Tangerang dan DLHK Kabupaten Tangerang.
Jalannya turnamen sepak bola POP dalam rangka menyambut HUT ke-81 RI di Stadion Mini Solear, Kabupaten Tangerang, Jumat (14/8/2026). Laga yang mempertemukan kesebelasan Polresta Tangerang (jersey biru-putih) dan DLHK (jersey hijau) ini sempat diwarnai kericuhan akibat gesekan fisik antar-pemain.
Jajaran Polresta Tangerang berhasil mengamankan tiket menuju babak final Pekan Olahraga antar Pegawai (POP) setelah menumbangkan kesebelasan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) dengan skor 1-0. Namun, laga tensi tinggi dalam rangka menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang digelar di Stadion Mini Kecamatan Solear, Jumat (14/8/2026), tersebut sempat diwarnai aksi kericuhan dan baku hantam antar-pemain selama 15 menit sebelum akhirnya kedua belah pihak sepakat berdamai.
Tangerangjasanews — Esensi dari sebuah pertandingan olahraga di lingkungan aparatur negara sejatinya adalah memupuk soliditas sektoral dan merayakan sportivitas di bawah payung momentum kemerdekaan. Namun, komitmen ideal tersebut runtuh menjadi tontonan kekerasan fisik saat kesebelasan Polresta Tangerang berhadapan dengan tim Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) dalam ajang Pekan Olahraga antar Pegawai (POP) di Stadion Mini Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, Jumat (14/8/2026).
Pertandingan yang dirancang untuk menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ini awalnya berjalan normal guna merebutkan tiket prestisius menuju babak final. Berdasarkan data visual dari rekaman video amatir warga yang beredar luas di platform digital, tim Polresta Tangerang berlaga dengan mengenakan jersey kombinasi biru-putih, sedangkan skuad dari DLHK bertanding menggunakan seragam berwarna hijau.
Kericuhan masif mulai pecah di atas rumput hijau saat pertandingan masih menyisakan waktu paruh laga. Gesekan bermula ketika tensi permainan bereskalasi tinggi, di mana salah seorang pemain yang diidentifikasi sebagai anggota kepolisian aktif melakukan tindakan represif dengan membanting serta mendaratkan pukulan fisik ke arah kiper kesebelasam DLHK.
Tindakan anarkis tersebut spontan memicu reaksi berantai dari para pemain lain di dalam lapangan. Alih-alih meredam situasi, dorongan emosional membuat kedua kubu terlibat dalam aksi saling dorong dan tarik-menarik hingga ruang keributan meluas ke area technical area.
“Awalnya ribut kan, terus ada yang rangkul-rangkulan, ada yang tarik-tarikan, terus ada yang dibanting,” ungkap seorang warga setempat, Sarifudin, yang menyaksikan langsung dinamika insiden tersebut di lokasi kejadian.

Berdasarkan pemantauan data waktu di lapangan, durasi stagnasi pertandingan akibat keributan antar-pegawai ini berlangsung selama kurang lebih 15 menit. Situasi tak terkontrol ini akhirnya berhasil dikembalikan ke koridor kondusif setelah petugas penjaga keamanan internal dan panitia di lokasi melakukan penyekatan fisik secara ketat.
“Kayanya enggak ada yang sampai luka serius,” tambah Sarifudin mengonfirmasi dampak fisik pasca-kejadian.
Dari sisi struktural organisasi, Kepala Seksi (Kasi) Humas Polresta Tangerang, Ipda Tri Leksono, memberikan klarifikasi resmi mengenai duduk perkara sosiologis di balik insiden tersebut. Menurut analisis kepolisian, letupan emosi dipicu oleh benturan fisik murni (sliding tackle) dalam dinamika perebutan bola yang tidak bisa diterima secara berlapang dada oleh salah satu pihak, sehingga memicu miskomunikasi instan.
“Itu insiden saat main bola, ada sliding tackle, mungkin enggak terima. Sudah selesai masalah itu. Biasa main bola, itu cuma miss komunikasi aja di lapangan,” jelas Ipda Tri Leksono normatif saat dikonfirmasi media.
Pihak Polresta Tangerang memastikan bahwa sengketa verbal maupun fisik tersebut telah dimitigasi secara damai di tempat, sehingga potensi konflik tidak melebar keluar dari perimeter stadion. Pasca-redanya ketegangan, pertandingan tetap dilanjutkan hingga peluit panjang ditiupkan, dengan hasil akhir skuad Polresta Tangerang berhasil menumbangkan DLHK lewat keunggulan tipis 1-0.
Hasil angka ini otomatis mengamankan langkah tim korps baju cokelat tersebut untuk melaju ke partai puncak turnamen POP 2026.
thttps://tangerangjasa.id/wp-content/uploads/2025/11/TJ-S.jpeg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *