Pelayanan Publik & Pengaduan Warga

Pabrik Berkedok Ruko di Cimone Resahkan Warga: Polusi Suara dan Debu Besi Diduga Picu Sesak Napas

133
×

Pabrik Berkedok Ruko di Cimone Resahkan Warga: Polusi Suara dan Debu Besi Diduga Picu Sesak Napas

Sebarkan artikel ini
Kondisi aktivitas operasional pemotongan dan pengamplasan besi di area Ruko Permata Cimone yang dikeluhkan warga.
Tangkapan layar dokumentasi warga memperlihatkan aktivitas PT Duta Tehnik di Kawasan TCC Cimone yang diduga membuang limbah serpihan logam menggunakan kompresor ke area publik. (Foto: Istimewa)
Tangerangjasa News — Kenyamanan publik dan hak atas udara bersih di kawasan padat penduduk Ruko Permata Cimone, Kawasan TCC, Kota Tangerang, kini terancam oleh aktivitas industrialisasi tersembunyi. Sebuah perusahaan fabrikasi dan pengolahan besi berskala PT (Perseroan Terbatas) bernama PT Duta Tehnik, dikeluhkan warga sekitar karena mengoperasikan lini produksi layaknya pabrik besar di dalam lingkungan pertokoan dan pemukiman.
Warga Ruko Permata Cimone (Kawasan TCC) mengeluhkan operasional PT Duta Tehnik. Perusahaan fabrikasi besi skala pabrik di dalam ruko ini diduga memicu polusi suara hingga larut malam dan menyemprotkan debu logam yang menyebabkan sesak napas.
Berdasarkan laporan dan kesaksian dari salah satu penghuni ruko, Indra, beserta sejumlah warga terdampak lainnya, aktivitas korporasi ini telah melampaui batas toleransi lingkungan. Perusahaan tersebut diketahui melakukan pengerjaan bubut, pemotongan, hingga pengamplasan besi untuk memenuhi pesanan komponen pabrik (bukan sekadar bengkel servis skala kecil).
“Udara sekitar produksi menimbulkan bau dan sesak napas, bau logam. Sisa serpihan besi atau logam industri mereka disemprot keluar menggunakan kompresor angin skala besar,” ungkap Indra menggambarkan situasi mencekam yang harus dihadapi warga setiap hari.
Siklus Produksi Tanpa Henti dan Ancaman Kesehatan
Metode pembersihan limbah yang dilakukan PT Duta Tehnik dinilai sangat membahayakan kesehatan publik. Alih-alih melakukan filtrasi secara mandiri di dalam ruang tertutup, pihak perusahaan justru meniupkan debu serpihan logam sisa proses gerinda ke luar area ruko menggunakan kompresor bertenaga tinggi. Dampaknya, partikel mikro besi beterbangan bebas di udara terbuka, mengontaminasi kawasan pertokoan yang ramai, dan mulai memicu gejala sesak napas akut pada para penghuni.
Tidak berhenti pada polusi udara, friksi sosial juga dipicu oleh polusi suara dan termal. Dari tahap pembentukan awal hingga finishing, perusahaan mengoperasikan alat potong gerinda secara konstan, ditambah suara ketukan logam yang bising hingga larut malam. Aktivitas masif ini juga dituding membuat suhu udara di sekitar kompleks ruko terasa jauh lebih panas dari biasanya.
Kondisi aktivitas operasional pemotongan dan pengamplasan besi di area Ruko Permata Cimone yang dikeluhkan warga.
Warga mempertanyakan keabsahan regulasi tata ruang dan perizinan yang dikantongi oleh PT Duta Tehnik. Logika penempatan industri berat (fabrikasi blok motor dan mobil) di dalam klaster ruko padat penduduk dinilai cacat secara AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan). Melalui pelaporan resmi ini, warga melampirkan bukti-bukti dokumentasi visual dan mendesak Tim LAKSA (Layanan Aspirasi Kotak Saran Anda) serta dinas terkait Pemerintah Kota Tangerang untuk segera meninjau ulang kelayakan usaha serta izin operasional perusahaan tersebut demi keselamatan lingkungan.

 

thttps://tangerangjasa.id/wp-content/uploads/2025/11/TJ-S.jpeg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *