Tangerangjasa News — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang mengambil langkah intervensi medis yang radikal guna mengamankan kualitas sumber daya manusia di lapisan masyarakat marjinal. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang, melalui Tim Kerja Kesehatan Keluarga, secara resmi mengintegrasikan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) ke dalam rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Tangerang (SRT) pada Minggu, 16 Agustus 2026.
Aksi jemput bola ini menyasar dua lokus krusial yang menampung anak-anak jalanan serta remaja usia rentan. Lokasi pertama di SRT 7 melayani 61 siswa (didominasi anak jalanan), di mana 38 siswa kelas 7 dan 10 menjalani skrining anemia, serta 48 siswa mendapatkan pemeriksaan rontgen dada. Lokasi kedua di SRT 8 mencakup 182 siswa jenjang SMP dan SMA, dengan rincian 140 anak disaring untuk mendeteksi anemia dan 177 anak menjalani prosedur rontgen.
Langkah ini dirancang secara spesifik sebagai fungsi deteksi dini (early warning system) terhadap aneka patologi yang kerap mengintai usia remaja. Fokus utamanya adalah mengidentifikasi masalah malnutrisi, gangguan pertumbuhan fungsional (penglihatan dan pendengaran), serta paparan penyakit menular seperti Tuberkulosis (TBC) maupun penyakit tidak menular (PTM) kronis seperti Anemia, Diabetes Melitus (DM), dan Hipertensi.
Kolaborasi Multisektoral dan Skema Klinis Komprehensif
Eskalasi gerakan preventif ini digerakkan secara kolektif di bawah Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas). Di lini lapangan, Dinkes memobilisasi empat faskes primer sekaligus, yakni Puskesmas Legok, Puskesmas Curug, Puskesmas Bojong Kamal, dan Puskesmas Caringin.
Guna menjamin akurasi diagnostik, sektor ini berkolaborasi lintas sektoral dengan Tim Kerja Integrasi Layanan Primer (ILP) Bidang Pelayanan Kesehatan, Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2PL), serta menerjunkan Tim X-Ray mutakhir dari RSUD Balaraja dan RSUD Pakuhaji.
Protokol pemeriksaan klinis yang diterapkan terhadap para siswa disusun secara komprehensif, meliputi:
-
- Tes Kebugaran Jasmani: Aktivitas fisik terukur dengan metode lintasan sepanjang 1.600 meter guna menguji kapasitas kardiorespirasi.
- Pemeriksaan Fisik Dasar: Evaluasi antropometri untuk memetakan status gizi dan deteksi awal gangguan organ sensorik.
- Skrining Kesehatan & Lab: Pengambilan sampel darah guna memantau kadar hemoglobin (Hb) untuk memetakan prevalensi anemia.
- Foto Rontgen Portabel: Pemindaian toraks secara massal guna mengeliminasi potensi klaster TBC laten di lingkungan padat.
Antusiasme tinggi yang ditunjukkan para peserta marjinal ini mendorong Dinkes Kabupaten Tangerang untuk mematenkan program CKG anak sekolah sebagai agenda wajib tahunan di seluruh puskesmas wilayahnya.
Melalui sinergi taktis antara sektor kesehatan dan pendidikan ini, Pemkab Tangerang berambisi memotong lingkaran setan kemiskinan dan penyakit, demi mencetak generasi yang sehat dan cerdas menuju visi Kabupaten Tangerang Semakin Gemilang dan Indonesia Emas 2045.













