Olahraga

Ambisi Pertahankan Takhta Juara Umum, Kota Tangerang Kirim 1.266 Kontingen ke Porprov VII Banten

24
×

Ambisi Pertahankan Takhta Juara Umum, Kota Tangerang Kirim 1.266 Kontingen ke Porprov VII Banten

Sebarkan artikel ini
Kepala Dispora Kota Tangerang Kaonang saat memberikan pengarahan taktis bersama perwakilan KONI guna mematangkan strategi operasional 59 cabang olahraga menjelang laga di Tangerang Selatan, Rabu (23/09/2026).
Barisan atlet dan pengurus cabor Kota Tangerang dalam rapat koordinasi pemantapan kontingen Porprov.
Tangerangjasanews — Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang secara resmi mengumumkan kesiapan penuh jajaran kontingennya untuk berlaga di perhelatan akbar Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) VII Banten yang akan diselenggarakan di Kota Tangerang Selatan pada November mendatang. Berbekal reputasi mentereng sebagai pemegang takhta juara umum pada edisi tiga tahun lalu, Kota Tangerang menetapkan target absolut, yakni mempertahankan supremasi tertinggi olahraga di Tanah Jawara.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang, Kaonang, menegaskan bahwa orkestrasi persiapan teknis dan non-teknis terus dipacu bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) serta seluruh pengurus cabang olahraga (cabor). Langkah ekspansif diambil dengan memperluas peta kompetisi daerah. Dari total 60 cabor yang dipertandingkan, kontingen Kota Tangerang dipastikan akan bertarung di 59 cabor.
Jumlah partisipasi ini melonjak signifikan dari edisi sebelumnya yang hanya mencakup 47 cabor. Struktur kekuatan yang diterjunkan mencapai 1.266 orang, sebuah agregasi kolosal yang terdiri dari atlet, manajer, pelatih, asisten pelatih, hingga ofisial.
“Insyaallah kita ingin mempersiapkan sungguh-sungguh dengan target juara umum tentunya, karena tiga tahun lalu kita mampu meraih juara umum. Kita terus meningkatkan koordinasi dengan KONI Kota Tangerang dan seluruh cabor,” urai Kaonang.
Satu-satunya sektor yang absen dari keterwakilan Kota Tangerang adalah cabor selam. Kendala struktural berupa absennya kepengurusan organisasi, ketiadaan basis atlet spesifik, serta belum adanya infrastruktur venue menyelam yang representatif di wilayah domestik menjadi faktor utama pembatasan tersebut.
Guna menjamin stabilitas psikologis dan logistik para atlet di arena tanding, Pemkot Tangerang menerapkan program inovatif berupa asimilasi birokrasi bermodel “Ayah Angkat”. Dalam skema ini, setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan pemkot diwajibkan menjadi pembina langsung bagi cabor tertentu, berfungsi sebagai penyokong moral dan akselerator kebutuhan tim.
Di sisi lain, aspek kesejahteraan atlet dirombak secara radikal demi memicu motivasi berprestasi. Otoritas daerah menjanjikan stimulus finansial berupa bonus uang tunai yang nilainya diproyeksikan melampaui Porprov edisi lampau. Sebagai komparasi objektif, pada ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) sebelumnya, peraih medali emas kategori tunggal diganjar Rp25 juta. Untuk PORPROV VII, nominal tersebut dipastikan melonjak atas persetujuan Wali Kota.
Lebih dari sekadar insentif jangka pendek, pemkot merancang mitigasi masa depan pasca-purna atlet secara komprehensif. Paket penghargaan protektif yang disiapkan mencakup jaminan beasiswa pendidikan tinggi gratis, pembukaan akses peluang karier profesional ke Jepang, hingga prioritas rekruitmen sebagai pelatih daerah. Langkah mitigasi ini dirancang agar kontribusi fisik para atlet di lapangan sebanding dengan kepastian ekonomi masa depan mereka.
thttps://tangerangjasa.id/wp-content/uploads/2025/11/TJ-S.jpeg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *