Tangerangjasa.id, — Aksesibilitas jalan dan efisiensi mobilitas urban kini menjadi tolok ukur utama kualitas pelayanan publik di kawasan penyangga ibu kota. Merespons tuntutan ketepatan waktu serta mobilitas warga yang kian tinggi, jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mengakselerasi pembenahan infrastruktur jalan di sejumlah titik vital.
Langkah taktis ini dikonfirmasi langsung dalam inspeksi lapangan yang dipimpin oleh Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Tangerang, Taufik Syahzeni. Kedua pejabat publik tersebut meninjau penanganan pengaspalan dan pemeliharaan jalan di Jalan Teuku Umar, koridor strategis menuju pusat perekonomian Tangcity Mall, Kamis sore (01/10/2026).
Penataan infrastruktur yang berkesinambungan dinilai tidak hanya menurunkan risiko kecelakaan lalu lintas, tetapi juga menekan kerugian ekonomi akibat hambatan kemacetan harian.
“Perbaikan jalan terus kita percepat agar masyarakat bisa beraktivitas dengan lebih aman dan nyaman. Kami mohon dukungan dan pengertian masyarakat apabila selama pengerjaan ada pengalihan arus lalu lintas sementara,” tegas Sachrudin saat memberikan arahan teknis di lokasi pengerjaan.
Di samping perbaikan lajur arteri utama, pembenahan difokuskan pada rekayasa tata ruang lalu lintas. Melalui DPUPR Kota Tangerang, Pemkot tengah membangun jalur looping baru yang menghubungkan kawasan Gerendeng hingga Tanah Gocap melalui terobosan akses Gang Teladan 1, Kecamatan Karawaci.
Pembangunan akses tembusan ini dirancang sebagai simpul pengurai kepadatan kendaraan yang kerap mengular di titik persimpangan Karawaci. Strategi ini menggabungkan pembenahan aksesibel dengan proyek revitalisasi kawasan sepanjang bantaran Kali Cisadane agar memiliki nilai tambah ekonomi bagi warga sekitar.
“Ini masih berproses. Harapannya, jalur ini bisa membantu mengurai kemacetan. Ke depan, kawasan di sepanjang Kali Cisadane juga akan kita tata agar lebih tertata dan bisa mendukung aktivitas ekonomi masyarakat,” lanjut Wali Kota Sachrudin.
Ia menginstruksikan seluruh jajaran dinas teknis untuk memastikan durasi pengerjaan presisi sesuai batas waktu tanpa mengorbankan spesifikasi dan kualitas material bangunan. Intervensi fisik infrastruktur diharapkan langsung memberikan dampak langsung terhadap kelancaran arus barang dan jasa lokal.
“Jangan sampai masyarakat harus menunggu terlalu lama untuk merasakan manfaat pembangunan. Kita upayakan pekerjaan ini segera selesai, sehingga aksesnya bisa segera digunakan dan manfaatnya dirasakan masyarakat luas,” tutupnya.













