Lingkungan Hidup

Sampah Menumpuk di Saluran Irigasi Sipon, Pemkot Tangerang Turunkan Petugas hingga Dua Pekan

22
×

Sampah Menumpuk di Saluran Irigasi Sipon, Pemkot Tangerang Turunkan Petugas hingga Dua Pekan

Sebarkan artikel ini
Petugas Pemkot Tangerang membersihkan tumpukan sampah di Saluran Irigasi Sipon, Cipondoh
Petugas membersihkan tumpukan sampah di sepanjang Saluran Irigasi Sipon, Cipondoh, Kota Tangerang, setelah adanya laporan masyarakat.

Tangerangjasa.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang bergerak cepat menangani tumpukan sampah yang memenuhi Saluran Irigasi Sipon, Cipondoh, Kota Tangerang. Pembersihan dilakukan setelah adanya laporan masyarakat mengenai kondisi saluran yang dipenuhi sampah.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang, Taufik Syahzaeni, mengatakan pihaknya kembali menerjunkan petugas untuk membersihkan sampah di sepanjang saluran irigasi tersebut.

“Kami kembali menerjunkan petugas untuk membersihkan sampah yang ada di sepanjang Saluran Irigasi Sipon yang mencapai dua kilometer. Sebelumnya, kami juga telah rutin melakukan pembersihan di lokasi yang sama,” ujar Taufik, Rabu (30/9/2026).

Menurut Taufik, sampah yang ditemukan terdiri atas berbagai jenis. Plastik dan limbah pasar menjadi salah satu material yang dominan dibersihkan petugas.

Keberadaan sampah tersebut dinilai dapat menghambat aliran air sekaligus meningkatkan risiko terjadinya genangan, terutama ketika curah hujan meningkat.

“Ada banyak jenis sampah yang dibersihkan terutama sampah plastik dan limbah pasar yang dapat mengambat aliran sekaligus meningkatkan risiko genangan di sana. Saat ini masih terus berjalan diperkirakan sampai dua pekan ke depan,” kata Taufik.

Pembersihan Berlangsung hingga Dua Pekan
Pembersihan Saluran Irigasi Sipon dilakukan pada jalur sepanjang sekitar dua kilometer. Pemkot Tangerang memperkirakan kegiatan tersebut masih berlangsung hingga dua pekan ke depan.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga fungsi saluran air sekaligus mengantisipasi potensi genangan ketika musim penghujan mendatang.

Namun, persoalan sampah di saluran air tidak semata-mata dapat diselesaikan melalui pengerahan petugas kebersihan. Pemerintah juga membutuhkan partisipasi masyarakat untuk mencegah sampah kembali masuk ke saluran.

Pemkot Tangerang mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak membuang sampah ke saluran irigasi. Kesadaran tersebut dinilai penting untuk menjaga kebersihan, kenyamanan, dan keamanan lingkungan.

Imbauan itu sekaligus menjadi pengingat bahwa keberadaan saluran air bukanlah ruang pembuangan sampah. Ketika saluran tersumbat, dampaknya bukan hanya persoalan estetika, tetapi dapat berujung pada terganggunya aliran air dan meningkatnya risiko genangan.

Menjaga Saluran Air Adalah Tanggung Jawab Bersama
Pembersihan Saluran Irigasi Sipon menunjukkan bahwa persoalan lingkungan selalu memiliki dua sisi: penanganan dan pencegahan.

Pemerintah memiliki tanggung jawab memastikan infrastruktur drainase dan irigasi tetap berfungsi. Pada saat yang sama, masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga agar saluran tersebut tidak kembali dipenuhi sampah.

Pada akhirnya, kebersihan saluran air bukan sekadar perkara siapa yang mengangkut sampah. Ia merupakan cermin dari bagaimana sebuah kota memperlakukan ruang hidupnya.

Kota yang ingin bebas dari genangan tidak cukup hanya memiliki petugas yang rajin membersihkan. Kota juga membutuhkan warga yang memahami bahwa satu kantong plastik yang dibuang sembarangan hari ini dapat menjadi persoalan bagi banyak orang ketika hujan turun esok hari.

Sebab, sebagaimana logika sederhana kehidupan kota: air mencari jalan, sementara sampah sering kali membuat jalan itu tertutup. Di antara keduanya, manusia menentukan apakah kota akan mengalir atau justru tergenang.

thttps://tangerangjasa.id/wp-content/uploads/2025/11/TJ-S.jpeg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *