Pariwisata & Ekonomi Kreatif

Disbudpar Siap Gelar Tangerang Culinary Day 2026 di Alun-Alun

101
×

Disbudpar Siap Gelar Tangerang Culinary Day 2026 di Alun-Alun

Sebarkan artikel ini
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tangerang akan menyelenggarakan festival tahunan "Tangerang Culinary Day" pada 12 September 2026 di Lapangan Ahmad Yani. Acara ini memadukan pemberdayaan puluhan UMKM kuliner lokal dengan kampanye lingkungan bebas plastik.
Ilustrasi stan pameran produk UMKM kuliner lokal pada festival luar ruangan di Kota Tangerang.
Tangerangjasa News— Akselerasi ekonomi kreatif pasca-pandemi dan penguatan sektor pariwisata domestik kembali mendapat panggung utama di Kota Tangerang. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tangerang secara resmi mengumumkan bakal menggelar kembali festival kuliner tahunan bertajuk “Tangerang Culinary Day” yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 12 September 2026, terpusat di Lapangan Ahmad Yani, Alun-Alun Kota Tangerang.
Agenda masif ini dirancang bukan sekadar sebagai pasar malam musiman, melainkan sebagai sebuah inkubator dan wadah strategis bagi puluhan Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Di klaster festival ini, para perajin rasa bakal memamerkan struktur produk yang variatif; mulai dari preservasi jajanan tradisional, menu otentik khas daerah Banten, hingga inovasi kreasi makanan kekinian yang tengah merajai algoritma pasar digital.
“Tangerang Culinary Day tidak hanya menjadi ajang rekreasi dan berburu kuliner bagi masyarakat, tetapi juga bentuk komitmen Pemerintah Kota Tangerang dalam memberdayakan para pelaku usaha lokal agar produk mereka makin dikenal luas,” urai Kepala Disbudpar Kota Tangerang, Boyke Urif Hermawan, pada Selasa (18/8/2026).
Integrasi Budaya dan Edukasi Ekologis
Aktivitas festival kemitraan ini diproyeksikan bakal mengokupasi ruang publik Alun-Alun sejak pagi pukul 08.00 hingga malam hari pukul 22.00 WIB. Guna mengeskalasi volume kunjungan (traffic) wisatawan, Disbudpar mengintegrasikan wisata belanja ini dengan rangkaian atraksi kebudayaan lokal serta panggung hiburan musik yang dapat diakses oleh publik secara cuma-cuma alias gratis.
Namun, ada aspek pembeda yang distingtif pada penyelenggaraan tahun ini. Pemerintah tidak hanya menekankan pada perputaran omzet ekonomi, melainkan juga menyisipkan edukasi ekologis yang ketat.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan kenyamanan, serta mendukung gerakan ramah lingkungan dengan membawa kantong belanja dan wadah makanan mandiri,” tegas Boyke menambahkan.
Melalui narasi hijau (green movement) ini, pengunjung didorong untuk aktif mereduksi limbah plastik sekali pakai langsung dari sumbernya. Bagi publik yang membutuhkan rincian teknis mengenai daftar stan kuliner atau jadwal penampil seni, Disbudpar membuka akses transparansi informasi melalui kanal digital resmi mereka di akun media sosial Instagram @disbudparkotatangerang.
thttps://tangerangjasa.id/wp-content/uploads/2025/11/TJ-S.jpeg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *