Tangerangjasanews — Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang,* Puskesmas Cisoka mengakselerasi transformasi pelayanan kesehatan primer melalui implementasi Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP). Model ini terlihat dari tingginya antusiasme warga pada kegiatan Posyandu ILP di Posyandu Garuda, Desa Cempaka, Selasa (6/10/2026).
Jika paradigma lama menempatkan posyandu hanya sebagai layanan bayi dan balita, paradigma baru menempatkannya sebagai _primary health hub_ berbasis siklus kehidupan.
Plt. Kepala Sub Bagian Tata Usaha UPTD Puskesmas Cisoka, Indah Yuni, menjelaskan pergeseran fundamental tersebut. Menurut data layanan, cakupan kini mencakup seluruh fase kehidupan manusia.
“Kami melayani bukan hanya bayi dan balita, tetapi juga seluruh siklus kehidupan mulai dari ibu hamil, bayi, balita, remaja, usia sekolah, usia reproduktif sampai dengan lanjut usia. Jadi sudah semuanya terintegrasi di dalam posyandu,” ujar Yuni, menegaskan prinsip integrasi layanan.
Yuni menambahkan, tujuan utama ILP adalah mendekatkan akses dan menggeser orientasi dari kuratif menjadi promotif-preventif. Masyarakat yang sehat pun menjadi sasaran skrining dan edukasi dini.
“Masyarakat yang datang diberikan edukasi dan juga skrining terhadap penyakit, sehingga kebutuhan masyarakat semua dapat terlayani. Jika ditemukan gejala atau risiko penyakit, maka masyarakat akan diarahkan datang ke Puskesmas Cisoka untuk segera penanganan lebih lanjut,” tambahnya.
Hingga Oktober 2026, perluasan Posyandu ILP di wilayah kerja Puskesmas Cisoka terus berjalan secara bertahap di berbagai desa. Proses transformasi ini diiringi dengan penguatan kapasitas melalui pelatihan berkelanjutan bagi kader posyandu, meski capaian belum 100 persen.
Ketua TP Posyandu Desa Cempaka, Ibu Prihatini, mengkonfirmasi kemajuan tersebut.
“Kebetulan di Garuda ini kita sudah ada Posyandu SPM dan ILP. Tentunya didukung penuh oleh Puskesmas Cisoka,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sebelumnya pelayanan hanya menyasar ibu hamil, bayi dan balita. Kini sistemnya lebih inklusif.
“Pelayanan posyandu yang sekarang meningkat dari posyandu yang tadinya hanya balita dan ibu hamil, sekarang sudah siklus kehidupan kita layani semuanya,” katanya.
Dampak langsung dirasakan penerima manfaat. Ibu Ria, warga pengguna layanan, mengaku mendapat pendampingan komprehensif sejak kehamilan hingga pasca persalinan.
“Alhamdulillah dari posyandu ini, dari hamil sampai melahirkan, selalu dilayani oleh Posyandu Garuda,” ungkapnya.
Aspek pembiayaan gratis menjadi faktor pendorong aksesibilitas.
“Tidak lupa saya terima kasih dengan adanya posyandu, segala kesehatan anak saya ditangani dengan lancar. Alhamdulillah semua biaya pun gratis,” katanya.
“Pokoknya Posyandu Garuda is the best. Terbaik buat desa, ke depannya lebih baik lagi,” pungkasnya, mengapresiasi layanan.













