Kesehatan

Wali Kota Minta Warga Tenang, Dinkes Perkuat Surveilans

3
×

Wali Kota Minta Warga Tenang, Dinkes Perkuat Surveilans

Sebarkan artikel ini

Tangerangjasanews — Kota Tangerang Selatan,* Pemerintah Kota Tangerang Selatan merespons temuan 8 kasus terkonfirmasi Influenza A dengan langkah terukur. Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie meminta masyarakat tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan, sementara Dinas Kesehatan memperkuat pemantauan dan deteksi dini untuk mencegah eskalasi penularan.

“Yang penting masyarakat tetap tenang dan tidak perlu panik. Kita terus melakukan pemantauan melalui Dinas Kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan. Masyarakat juga harus menjaga kesehatan, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala,” ujar Benyamin, Selasa (6/10/2026).

Benyamin menegaskan, Pemkot Tangsel memastikan pemantauan dilakukan secara berkala sebagai bagian dari sistem kewaspadaan dini.

“Kita terus melakukan surveilans dan berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan. Jadi, kalau ada perkembangan kasus, bisa segera diketahui dan ditindaklanjuti,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan, dr. Allin Hendalin Mahdaniar, menjelaskan karakter penularan Influenza A yang memerlukan kewaspadaan ekstra.

“Influenza merupakan penyakit infeksi saluran pernapasan yang dapat menular melalui percikan droplet saat seseorang yang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara. Karena itu, masyarakat perlu menerapkan langkah-langkah pencegahan, terutama ketika mengalami gejala infeksi saluran pernapasan,” ujar Allin.

Rinciannya terverifikasi:
– 1 kasus pada 19 Agustus 2026
– 3 kasus pada 1 September 2026
– 2 kasus pada 14 September 2026
– 2 kasus pada 15 September 2026

Seluruh pasien menunjukkan gejala sesuai indikator Influenza Like Illness (ILI): demam ≥ 38 derajat Celsius, batuk, pilek, dan sakit tenggorokan.

Di sisi lain, Dinkes Tangsel mencatat 256 kasus ILI berdasarkan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) pada minggu ke-36. Allin meluruskan disinformasi bahwa angka tersebut tidak dapat diinterpretasikan sebagai 256 kasus Influenza A.

“ILI merupakan kondisi dengan gejala menyerupai influenza yang dapat disebabkan oleh berbagai virus, termasuk Influenza tipe A, B, maupun C,” tegasnya.

Untuk itu, surveilans diperkuat di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, khususnya Puskesmas, dengan koordinasi lintas sektor.

“Pemantauan akan terus dilakukan melalui fasilitas pelayanan kesehatan, khususnya Puskesmas. Kami juga memperkuat koordinasi dengan fasilitas kesehatan dan lintas sektor untuk melihat perkembangan kasus secara lebih dini,” kata Allin.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi kesehatan yang belum terverifikasi dan segera melakukan pemeriksaan medis jika bergejala.

“Yang paling penting masyarakat tetap tenang, tetapi waspada. Kenali gejalanya, lakukan pencegahan, dan segera periksa apabila kondisi kesehatan membutuhkan penanganan,” tuturnya

thttps://tangerangjasa.id/wp-content/uploads/2025/11/TJ-S.jpeg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *