TANGERANGJASA.ID-Momentum hari kedua Ramadan 1447 Hijriah dirayakan Pemerintah Kota Tangerang dengan penguatan jaring pengaman sosial melalui gerakan “Tangerang Bersedekah”. Aksi kolaboratif ini menjadi istimewa karena bertepatan dengan tiga tonggak sejarah penting: Hari Ulang Tahun (HUT) ke-33 Kota Tangerang, satu tahun masa bakti kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota, serta dasawarsa pengabdian BAZNAS Kota Tangerang.
Beranda
Uncategorized
Pemkot Tangerang Salurkan 3.300 Paket Sembako Melalui Program ‘Tangerang Bersedekah
Pemkot Tangerang Salurkan 3.300 Paket Sembako Melalui Program ‘Tangerang Bersedekah
admin2 min baca
Sebanyak 3.300 paket sembako didistribusikan kepada masyarakat rentan di seluruh penjuru kota. Uniknya, pendanaan program ini merupakan manifestasi dari budaya filantropi aparatur sipil negara (ASN) dan partisipasi publik yang dikelola secara akuntabel oleh BAZNAS Kota Tangerang.
Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, menegaskan bahwa peringatan satu tahun kepemimpinannya adalah momentum refleksi untuk mengakselerasi “Tahun Kualitas”. Ia berkomitmen agar setiap kebijakan pemerintah, mulai dari sektor kesehatan, pendidikan, hingga pembangunan infrastruktur, harus memberikan impak kualitas yang presisi bagi kehidupan warga.
“Fokus kami ke depan adalah memastikan setiap rupiah anggaran dan setiap kebijakan memiliki standar mutu yang tinggi. Kami ingin kemajuan kota ini dirasakan secara inklusif, sehingga tidak ada satu pun warga Tangerang yang merasa ditinggalkan, terutama di hari jadi kota yang bahagia ini,” ujar Sachrudin, Jumat (20/02/2026).
Ketua BAZNAS Kota Tangerang, Aslie Elhusyairy, menambahkan bahwa sinergi antara lembaga amil zakat dan pemerintah daerah telah membuahkan hasil yang diakui secara nasional. Dengan raihan tujuh penghargaan tingkat pusat, BAZNAS Kota Tangerang kini menjadi barometer tata kelola dana kemanusiaan di tingkat provinsi.
Sisi humanis program ini terpancar dari kesaksian Sri Ningsih, seorang nenek di Kelurahan Cimone yang menggantungkan hidup bersama anak dan cucunya. “Bantuan ini sangat berarti bagi kami untuk mencukupi kebutuhan berbuka puasa. Saya merasa sangat diperhatikan oleh pemerintah kota,” tuturnya dengan haru.
Program “Tangerang Bersedekah” membuktikan bahwa kekuatan gotong royong antara birokrasi dan lembaga filantropi mampu menjadi solusi konkret dalam menjaga ketahanan sosial nasional. Di tengah tantangan ekonomi global, inisiatif lokal yang mengakar pada nilai-nilai religius dan kemanusiaan seperti ini adalah kunci bagi Indonesia untuk menciptakan masyarakat yang mandiri, sejahtera, dan saling menguatkan.(RA)













