Uncategorized

, Pemprov Banten Bidik Penjaringan Atlet Potensial Lewat Kejurda Sepakbola Mini

28
×

, Pemprov Banten Bidik Penjaringan Atlet Potensial Lewat Kejurda Sepakbola Mini

Sebarkan artikel ini

SERANG – Wakil Gubernur (Wagub) Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, menegaskan bahwa penyelenggaraan Kejuaraan Daerah (Kejurda) Sepakbola Mini Pelajar menjadi momentum hulu yang sangat strategis untuk memasyarakatkan olahraga, sekaligus membentuk karakter dan integritas generasi muda Banten demi memacu prestasi makro. Penegasan taktis tersebut disampaikan Wagub saat membuka secara resmi Kejurda Sepakbola Mini Pelajar se-Banten Tahun 2026 yang dipusatkan di Lapangan Mini Soccer Universitas Pamulang (UNPAM), Kota Serang.

Perhelatan ini mencetak sejarah baru di kancah olahraga nasional, di mana Banten mengukuhkan posisinya sebagai provinsi pertama di Indonesia yang menginisiasi dan menyelenggarakan kejuaraan daerah khusus untuk cabang olahraga sepakbola mini.

Wagub Dimyati menjelaskan bahwa esensi dari olahraga sepakbola tidak sekadar bertumpu pada keterampilan taktis di lapangan hijau, melainkan sarat akan nilai-nilai kedisiplinan, keuletan, dan koordinasi tim yang linier dengan pembentukan mentalitas kepemimpinan masa depan. Kendati dimainkan oleh tujuh orang dengan dimensi lapangan yang lebih kompak dibandingkan sepakbola konvensional, disiplin olahraga ini tetap menuntut performa fisik mutakhir dan tingkat konsentrasi yang tinggi.

“Sepakbola mengajarkan pelembagaan kerja sama tim yang solid; tidak ada ruang bagi ego individu jika ingin meraih kemenangan. Kami menekankan agar seluruh peserta menjunjung tinggi prinsip fair play dan sportivitas. Kalah atau menang adalah instrumen evaluasi dalam proses pembelajaran. Kami berharap ajang kompetitif ini mampu menyelaraskan capaian prestasi olahraga dengan keberhasilan akademik para pelajar di Banten,” ungkap Achmad Dimyati Natakusumah, Senin (1/6/2026).

Apresiasi tinggi terhadap langkah pionir Pemprov Banten turut disuarakan oleh Ketua Komite Sepakbola Mini Indonesia (KSMI) Pusat, Yan Mulia Abidin. Menurutnya, karakteristik sepakbola mini yang berada di koridor transisi antara futsal dan sepakbola konvensional memiliki daya tarik regulasi tersendiri yang berpotensi besar berkembang pesat di tingkat nasional.

Senada dengan hal itu, Wakil Ketua II KONI Banten, Delpion, memproyeksikan bahwa cabang olahraga baru ini memiliki prospek cerah sebagai lumbung pencapaian medali bagi kontingen Banten pada ajang multievent nasional mendatang. Penjaringan berbasis sekolah (school-based scouting) melalui kejurda ini dinilai sebagai langkah struktural yang tepat sasaran untuk memotong rantai keterbatasan talenta berbakat di daerah.

Sementara itu, Ketua KSMI Banten, Abdul Salam, menegaskan komitmen hulu-ke-hilir organisasinya untuk menjadikan kejuaraan pelajar ini sebagai agenda reguler tahunan demi memperkuat kontinuitas pembinaan atlet di delapan kabupaten/kota.

Upacara pembukaan Kejurda ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting daerah, termasuk Ketua Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Banten Irna Narulita, jajaran Direksi UNPAM Serang, serta perwakilan ofisial dari berbagai wilayah. Melalui penguatan iklim kompetisi yang sehat dan terstruktur ini, Banten optimistis dapat melahirkan ekosistem olahraga yang sehat sekaligus mencetak barisan atlet berintegritas tinggi secara berkelanjutan.

thttps://tangerangjasa.id/wp-content/uploads/2025/11/TJ-S.jpeg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *