Uncategorized

Pemprov Banten Dorong Pelembagaan Identitas Budaya di Instansi Publik

20
×

Pemprov Banten Dorong Pelembagaan Identitas Budaya di Instansi Publik

Sebarkan artikel ini

PANDEGLANG – Wakil Gubernur (Wagub) Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, menegaskan komitmen hulu-ke-hilir Pemerintah Provinsi Banten untuk memperjuangkan penguatan status kesenian tradisional bedug agar tidak sekadar menjadi komoditas festival musiman. Langkah taktis ini diorientasikan untuk mengonversi warisan budaya takbenda tersebut menjadi simbol utama pemantik (gavel strike) dalam pembukaan berbagai agenda resmi, seremonial kenegaraan, hingga aktivitas birokrasi di lingkungan pemerintah daerah se-Provinsi Banten.

Komitmen tersebut dikemukakan Wagub Dimyati usai membuka secara resmi festival budaya Gebrag Ngadu Bedug 2026 yang berpusat di Alun-alun Kabupaten Pandeglang, pasca-menyerap aspirasi strategis yang disuarakan oleh Ketua Asosiasi Seniman Bedug Kabupaten Pandeglang, Endang Suhendar.

Dalam pandangan kebudayaan makro, asosiasi berharap agar dentuman dan filosofi bedug dapat diintegrasikan lebih dekat ke dalam tata kelola administrasi publik dan arsitektur lanskap daerah. Rencana aksi yang diusulkan meliputi pemanfaatan tabuhan bedug sebagai penanda apel pagi di institusi pemerintahan, pembuka sidang paripurna DPRD, penanda waktu di lembaga pendidikan, hingga menginspirasi ornamen tugu budaya di gerbang masuk wilayah.

“Kami merespons positif dan mendukung penuh aspirasi dari para seniman bedug. Kesenian ini memiliki kedalaman nilai historis dan identitas lokal yang sangat kuat, serta merepresentasikan karakteristik Banten yang religius namun tetap kaya akan tradisi universal. Saya akan mengomunikasikan gagasan taktis ini secara langsung kepada seluruh bupati dan wali kota di Banten agar ke depan, prosesi peresmian atau pembukaan acara resmi bertumpu pada penggunaan bedug daerah,” ungkap Wagub Achmad Dimyati Natakusumah, Senin (1/6/2026).

Eksistensi kesenian ini kian diperhitungkan di tingkat nasional. Terbukti, festival Gebrag Ngadu Bedug 2026 yang berlangsung selama tiga hari (29–31 Mei 2026) sukses mempertahankan posisinya dalam kalender wisata unggulan Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata Republik Indonesia selama dua tahun berturut-turut.

Mengusung tema teatrikal “Tang Ting Tung Dong, Warna Bunyi dalam Jerami”, perhelatan akbar ini bertindak sebagai wadah pertemuan internasional (hub) yang mempertemukan para seniman, komposer Nusantara, komunitas adat, serta pelaku ekonomi kreatif. Tahun ini, sebanyak 20 Kampung Bedug dari berbagai penjuru Pandeglang turut berpartisipasi aktif, menegaskan bahwa regenerasi dan pewarisan tradisi di tingkat tapak berjalan secara berkelanjutan.

Selain berfokus pada proteksi kebudayaan hulu, festival ini terbukti memberikan stimulus ekonomi rill (multiplier effect) bagi masyarakat lokal lewat lonjakan kunjungan wisatawan serta peningkatan omzet sektor pelaku UMKM, perhotelan, dan perdagangan domestik di sekitar lokasi acara.

Upacara pembukaan ini turut dihadiri oleh jajaran fungsionaris penting, di antaranya Komisaris Utama PT Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Irna Narulita, Asisten Deputi Pemasaran KEN Kemenpar Erwita Dianti, Bupati Pandeglang Dewi Setiani, unsur Forkopimda, serta ribuan warga. Melalui sinergi kebijakan yang berkepastian hukum, pelembagaan bedug sebagai simbol kebanggaan daerah diharapkan mampu memperkokoh ketahanan budaya nasional sekaligus mendongkrak daya saing pariwisata Banten di kancah global.

thttps://tangerangjasa.id/wp-content/uploads/2025/11/TJ-S.jpeg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *