TANGERANG SELATAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) memperketat pengawasan peredaran hewan ternak menjelang Hari Raya Iduladha 1447 H. Melalui langkah antisipatif ini, Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, mengonfirmasi sedikitnya 4.330 ekor hewan kurban yang masuk ke wilayah Tangsel telah diperiksa dan dinyatakan bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Guna memastikan jaminan kesehatan tersebut konsisten hingga hari pemotongan, Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, mengaku telah menginstruksikan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) untuk melakukan pengawasan dan pemeriksaan hewan kurban secara intensif di berbagai titik, baik di lapak penjualan maupun lokasi pemotongan.
“Saya sudah perintahkan ke Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan untuk melakukan pengawasan dan pemeriksaan hewan kurban secara intensif di berbagai titik penjualan maupun lokasi pemotongan hewan kurban,” jelas Benyamin, Minggu (24/5/2026).
Benyamin menjabarkan bahwa rangkaian pemantauan ini dilakukan untuk memastikan seluruh hewan kurban yang beredar di tengah masyarakat berada dalam kondisi sehat, cukup umur, serta memenuhi keabsahan syarat syariat islam maupun standar kesehatan kelayakan konsumsi.
Dalam pelaksanaannya di lapangan, tim dokter hewan bersama petugas pengawas tidak hanya melakukan pemeriksaan fisik luar secara detail, tetapi juga memeriksa kelengkapan administrasi seperti Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari daerah asal ternak. Hal ini dilakukan guna mendeteksi dini sekaligus mengeliminasi adanya indikasi penyakit menular menembus wilayah Tangsel.
Selain fokus pada aspek kesehatan hewan, pemerintah daerah juga gencar menyosialisasikan edukasi kepada para pedagang, pengurus masjid, hingga panitia kurban terkait tata cara penanganan hewan pra-penyembelihan serta teknik pemotongan yang higienis.
Lebih lanjut, Benyamin turut mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat dan panitia kurban untuk mulai menerapkan konsep ramah lingkungan (green kurban). Salah satunya dengan meminimalkan penggunaan kantong plastik sekali pakai saat proses distribusi daging kepada warga penerima manfaat.
“Mari bersama-sama menjaga suasana Iduladha tetap aman, nyaman, damai, dan penuh kebahagiaan. Saya juga mengajak panitia untuk mulai beralih menggunakan wadah yang lebih ramah lingkungan saat pembagian daging nanti,” pungkas Benyamin.













