Politik

Bus Tayo dan Ziarah Politik, Menjemput Akal Sehat di Kediaman Para Pendahulu

43
×

Bus Tayo dan Ziarah Politik, Menjemput Akal Sehat di Kediaman Para Pendahulu

Sebarkan artikel ini
Foto Wali Kota Sachrudin dan jajaran OPD tersenyum di dalam Bus Tayo saat menuju kediaman tokoh kota
Simbol Merakyat: Wali Kota Tangerang H. Sachrudin bersama rombongan menggunakan Bus Tayo untuk mengunjungi para pendahulu dalam rangkaian Halalbihalal 2026.
TANGERANGJASA NEWS-Di tengah defisit keteladanan politik nasional, Kota Tangerang justru mempertontonkan sebuah oase etika. Wali Kota Sachrudin dan Wakil Wali Kota Maryono tidak sedang melakukan sekadar seremoni pasca-Lebaran. Ketika mereka menaiki Bus Tayo—sebuah anomali estetika transportasi publik—mereka sebenarnya sedang mengirimkan sinyal tentang “kesetaraan dalam pelayanan.” Pemimpin yang bersedia duduk di kursi penumpang adalah pemimpin yang sedang belajar mendengarkan detak jantung kotanya.
Kunjungan diawali dengan mendatangi kediaman keluarga almarhumah Yitno, Wali Kota Administratif Tangerang periode 1987–1990, sebagai bentuk penghormatan atas jasa beliau, Senin (30/3/2026). 

Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, Mengatakan”Para wali kota terdahulu telah membangun kota ini secara bertahap. Mereka patut kita hormati dan hargai jasanya. Silaturahmi ini adalah sarana memberi inspirasi demi kemaslahatan masyarakat.”

Lalu, Wakil Wali Kota Tangerang H. Maryono , Menekankan pentingnya kekompakan birokrasi dalam memberikan layanan, yang disimbolkan dengan penggunaan transportasi publik bersama seluruh jajaran OPD.

Wali Kota Sachrudin didampingi Wakil Wali Kota Tangerang, H. Maryono Hasan beserta jajaran melanjutkan silaturahmi ke kediaman H. M. Thamrin, Wali Kota Tangerang periode 1998–2013, dalam suasana penuh kehangatan Idulfitri.Senin (30/3/2026).
Kunjungan ke kediaman para pendahulu, mulai dari keluarga almarhum Yitno,  Arief R. Wismansyah hingga, Wahidin Halim, adalah sebuah “ziarah intelektual.” Ini bukan sekadar sowan kultural, melainkan pengakuan eksplisit bahwa kekuasaan itu memiliki sanad. Sachrudin memahami bahwa membangun kota bukan tentang menghapus jejak kaki pendahulu demi ambisi pribadi, melainkan tentang merajut kesinambungan.

Arief R. Wismansyah (Wali Kota 2013-2023),Menyambut hangat komunikasi daring tersebut dan menitipkan pesan agar inovasi pembangunan yang berkelanjutan terus menjadi prioritas utama.

Bahkan ketika jarak memisahkan—seperti dalam dialog digital dengan Arief R. Wismansyah—substansinya tetap sama, yakni  kekuasaan harus bisa didiskusikan. Di sana ada pertukaran wawasan, ada penyerapan aspirasi yang melampaui ego sektoral. Inilah politik yang humanis; politik yang tidak meninggalkan kawan di belakang, dan tidak melupakan guru di depan. Tangerang sedang memberi pelajaran bagi Indonesia: bahwa kemajuan yang berkelanjutan hanya bisa dicapai jika akal sehat dan silaturahmi tetap terjaga dalam satu lintasan yang sama.
Wali Kota Sachrudin menyampaikan apresiasi dan penghormatan kepada para pemimpin terdahulu yang telah berkontribusi dalam pembangunan Kota Tangerang secara berkelanjutan, Senin (30/3/2026).
Kota hanyalah tumpukan semen dan aspal jika kehilangan memori kolektifnya. Melalui silaturahmi ini, Tangerang membuktikan bahwa infrastruktur terbaik sebuah daerah bukanlah jalan tol, melainkan jembatan rasa dan akal antara pemimpin masa lalu, masa kini, dan masa depan.
Penulis: Redaksi
Editor: Armand

 

thttps://tangerangjasa.id/wp-content/uploads/2025/11/TJ-S.jpeg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *