TANGERANGJASA.ID- – Warga Kampung Candulan, Kelurahan Petir, Kecamatan Cipondoh, kini harus menghadapi kenyataan pahit terkait perubahan drastis pola bencana di wilayah mereka. Jika sebelumnya genangan air besar hanya muncul dalam siklus lima tahunan, kini banjir dilaporkan terjadi hampir setiap bulan, terutama saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut pada Senin (4/5/2026).
Perubahan frekuensi ini dirasakan sangat signifikan oleh penduduk setempat. Rena (39), seorang warga, mencatat bahwa dalam momen Lebaran saja, wilayahnya sudah terendam sebanyak tiga kali. Kondisi ini diperparah dengan ketinggian air yang kian meningkat hingga konsisten masuk ke dalam hunian penduduk, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang hanya menggenangi area luar rumah.
Pada insiden terbaru, volume air dilaporkan meningkat dengan sangat cepat. Meski air mulai tampak sejak sore hari, debitnya melonjak tajam pada dini hari sekitar pukul 01.00 WIB dan langsung masuk ke dalam rumah warga saat mereka sedang beristirahat. Oman, warga yang telah menetap sejak kecil di kawasan tersebut, memberikan kesaksian bahwa level air kini jauh lebih dalam dari biasanya. “Sekarang mah banjirnya sudah sedada,” ungkapnya.
Dampak dari bencana yang kian rutin ini telah melumpuhkan total aktivitas masyarakat. Sektor pendidikan menjadi salah satu yang paling terdampak, di mana banyak anak-anak terpaksa meliburkan diri karena akses utama menuju sekolah terputus oleh rendaman air.
Menyikapi situasi yang kian mengkhawatirkan, warga mendesak pemerintah daerah untuk segera melakukan langkah nyata melalui pembenahan infrastruktur. Normalisasi sungai serta perbaikan sistem drainase menjadi tuntutan utama masyarakat agar siklus banjir bulanan ini dapat segera dihentikan.













