TANGERANGASA.ID-Kota Tangerang membuktikan bahwa modernitas tidak harus menggerus identitas. Pada Sabtu (14/2/2026), koridor sejarah dari Pasar Lama hingga pelataran Masjid Agung Al-Ittihad bertransformasi menjadi kanvas raksasa yang menampilkan wajah asli kota: heterogen, kreatif, dan harmonis. Karnaval Seni dan Budaya yang digelar dalam rangka HUT ke-33 Kota Tangerang sekaligus pembukaan Gebyar Ramadan Kariim adalah sebuah Manifesto Kebersamaan.
Sekretaris Daerah Kota Tangerang, H. Herman Suwarman, dalam orasinya menegaskan bahwa esensi sebuah kota bukan terletak pada kemegahan infrastruktur administratifnya, melainkan pada “kehangatan sosial” yang dirasakan warganya. Melalui kolaborasi Dispora dan PC Fatayat NU, karnaval ini menjadi ruang perjumpaan lintas generasi, di mana pelajar SMP dan SMA mengekspresikan Identitas Kultural mereka di tengah arus globalisasi.
Momentum ini menjadi unik karena berhimpit dengan persiapan bulan suci Ramadan. Sinergi antara perayaan hari jadi dan persiapan ibadah ini menunjukkan visi Pemkot Tangerang dalam membangun Keseimbangan Peradaban—memadukan kemajuan material dengan penguatan kualitas iman dan akhlak. Di tengah sorak-sorai warga, Tangerang hari ini bukan sekadar wilayah geografis, melainkan sebuah “Rumah Besar” yang dirawat dengan rasa memiliki yang mendalam.
Post Views: 12
t
