Agama

Ruwahan Agung Masjid Al-Ittihad Perteguh Identitas Akhlakul Karimah Kota Tangerang

9
×

Ruwahan Agung Masjid Al-Ittihad Perteguh Identitas Akhlakul Karimah Kota Tangerang

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Tangerang menghadiri Haul Akbar dan Ruwahan Agung di Masjid Agung Al-Ittihad menyambut Ramadan 2026.
Wali Kota Tangerang Sachrudin bersama jemaah dan santri saat memanjatkan doa bersama dalam acara Ruwahan Agung di Masjid Agung Al-Ittihad. Suasana khidmat ini menggambarkan kesiapan spiritual warga Tangerang menyambut bulan Ramadan dan HUT Kota ke-33.

TANGERANGJASA.ID-Di tengah derap modernisasi, Kota Tangerang terus merawat Akar Teologis yang menjadi denyut nadi warganya. Pada Sabtu (14/2/2026), Masjid Agung Al-Ittihad menjadi saksi khusyuknya gelaran Ruwahan Agung dan Haul Akbar. Kegiatan ini merupakan bentuk Resiliensi Budaya yang menempatkan doa sebagai perekat kohesi sosial antara pemerintah, ulama, dan masyarakat menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Wali Kota Tangerang, Sachrudin, dalam sambutannya menegaskan bahwa pembangunan kota yang bermartabat tidak boleh melepaskan aspek spiritualitas. Ruwahan di bulan Sya’ban ini dimaknai sebagai Rekonsiliasi Hati—sebuah upaya membersihkan jiwa dari sengketa sosial agar masyarakat memasuki bulan Ramadan dengan kejernihan niat. Haul Akbar ini juga menjadi ajang refleksi atas jasa para tokoh yang telah menjadikan Al-Ittihad sebagai episentrum syiar Islam di Kota Tangerang.
Menjelang HUT ke-33 Kota Tangerang, momentum ini menjadi pengingat bahwa kemajuan infrastruktur harus berjalan beriringan dengan kedewasaan spiritual. Melalui tradisi ini, Pemkot Tangerang menunjukkan komitmennya dalam menjaga identitas kota yang Akhlakul Karimah, di mana penghormatan kepada leluhur dan kepedulian terhadap sesama menjadi pilar utama pembangunan kota yang harmonis dan berkelanjutan
.Ruwahan Agung di Kota Tangerang tahun 2026 ini mengirimkan pesan penting bagi seluruh bangsa Indonesia tentang pentingnya Keseimbangan Peradaban.
Di saat dunia terjebak dalam disrupsi digital yang seringkali memicu polarisasi, Tangerang justru kembali ke masjid untuk membangun dialog batin melalui doa. Haul ini adalah pembuktian bahwa sebuah kota yang maju adalah kota yang tidak melupakan sejarahnya dan tidak mengabaikan kebutuhan ruhani warganya. Kesadaran untuk “saling memaafkan” yang didorong oleh Wali Kota menjadi standar moral bagi kepemimpinan publik dalam menciptakan lingkungan urban yang tenang, beradab, dan penuh keberkahan.(SAMUEL)
thttps://tangerangjasa.id/wp-content/uploads/2025/11/TJ-S.jpeg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *