Tangerangjasa News– Kecepatan sebuah kota melayani warganya seringkali tercermin dari seberapa cepat mereka menutup lubang di jalanannya. Di tengah intensitas hujan yang meningkat, Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menunjukkan komitmen “hadir di lapangan” dengan melakukan percepatan penanganan jalan rusak guna menjaga keselamatan dan kenyamanan mobilitas publik.
Langkah ini bukan sekadar pemeliharaan rutin, melainkan sebuah aksi darurat untuk memastikan urat nadi ekonomi dan akses strategis tetap berfungsi optimal. Fokus utama tertuju pada koridor-koridor vital, termasuk jalur penghubung internasional yang krusial bagi wajah Indonesia di mata dunia.
Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan Dinas PUPR Kota Tangerang, Iwan Nusyamsu, menjelaskan bahwa tim teknis telah dikerahkan secara masif ke berbagai titik strategis.
“Kami merespons denyut keluhan masyarakat dengan tindakan nyata. Per siang tadi (9/2/2026), penambalan intensif dilakukan di Jalan Husein Sastranegara, Benda, menggunakan material RAP dan paving block. Jalan ini adalah etalase kota sekaligus akses utama menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Kami ingin memastikan setiap jengkal jalan di Tangerang aman bagi pengguna,” tegas Iwan Nusyamsu.
Upaya restorasi jalan ini tidak berhenti di satu titik. Pemkot Tangerang secara simultan menyisir ruas-ruas padat seperti Jalan Imam Bonjol (Karawaci), Jalan Yos Sudarso (Batuceper), hingga Jalan Wahid Hasyim (Larangan). Penggunaan material paving block di jalur alternatif seperti Jalan Kali Pasir menjadi solusi cerdas dan cepat untuk penanganan kerusakan sementara akibat gerusan air hujan.
Bagi warga dan pengguna jalan harian, langkah cepat ini merupakan oase di tengah kekhawatiran kecelakaan. Agus (42), seorang pengemudi ojek daring yang setiap hari melintasi Benda, mengakui perubahan tersebut.
“Lubang di musim hujan itu jebakan maut, apalagi kalau tertutup air. Saat melihat petugas langsung turun menambal, ada rasa tenang. Kami berharap perbaikan ini tidak hanya cepat, tapi juga memiliki daya tahan agar kami bisa bekerja dengan selamat,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Siti Nurhaliza, warga sekitar Jalan Kali Pasir, mengapresiasi penggunaan paving block untuk penanganan darurat. “Ini soal kepedulian. Kami melihat pemerintah tidak abai meski cuaca sedang tidak bersahabat,” tambahnya.
Pembangunan infrastruktur adalah perjalanan berkelanjutan antara pemerintah yang sigap dan warga yang peduli. Di tengah proses perbaikan ini, keselamatan tetap menjadi tanggung jawab bersama. Pemerintah Kota Tangerang mengundang seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan saling menjaga di jalan raya. Karena pada akhirnya, jalan yang baik adalah landasan bagi kualitas hidup warga yang lebih bermartabat.(ML)













