TANGERANGJASA.ID-Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) bergerak cepat melakukan mitigasi ekonomi untuk memastikan stabilitas harga bahan pokok menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi. Kepala Bagian Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Tangsel, Ucok Siagian, menyatakan bahwa meskipun sempat terjadi deflasi tajam pada Januari 2026 akibat melimpahnya pasokan cabai dan daging ayam, tren harga mulai menunjukkan kenaikan tipis sebesar 1,27 persen pada Februari ini.
Pemkot Tangsel Perketat Pengawasan Harga dan Siapkan Gerakan Pangan Murah
admin2 min baca
Menanggapi dinamika pasar tersebut, Pemkot Tangsel telah menyusun instrumen kendali inflasi yang komprehensif. “Kami menyiapkan serangkaian langkah preventif, mulai dari penyelenggaraan Bazar Ramadan di tujuh kecamatan hingga Gerakan Pangan Murah (GPM) yang akan diinisiasi bersama DKP3 mulai awal Maret mendatang,” ujar Ucok dalam keterangan resminya, Rabu (18/2/2026).
Selain intervensi pasar, pengawasan terhadap rantai distribusi akan diperketat guna mengantisipasi praktik spekulasi dan penimbunan oleh oknum tidak bertanggung jawab. Inspeksi mendadak (sidak) ke pasar tradisional maupun modern akan dilakukan secara berkala untuk menjamin masyarakat dapat mengakses kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau dan stok yang aman selama masa Ramadan hingga Idulfitri nanti.
Kesiapan Tangerang Selatan dalam menjaga ritme ekonomi menjelang hari besar keagamaan merupakan cerminan dari tata kelola daerah yang responsif. Indonesia kini tertuju pada efektivitas eksekusi Gerakan Pangan Murah di lapangan. Keberhasilan pengendalian harga di wilayah penyangga ibu kota ini akan menjadi indikator penting bagi stabilitas inflasi nasional, sekaligus memastikan bahwa kekhusyukan ibadah Ramadan masyarakat tidak terganggu oleh fluktuasi harga kebutuhan pokok.(ROSYID)













