Pelayanan Publik

Wabup Intan Nurul Hikmah Resmikan Sekolah Gender III Sebagai Kawah Candradimuka Perempuan Berdaya di Tangerang

19
×

Wabup Intan Nurul Hikmah Resmikan Sekolah Gender III Sebagai Kawah Candradimuka Perempuan Berdaya di Tangerang

Sebarkan artikel ini
akil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah saat memberikan arahan pada pembukaan Sekolah Gender Angkatan III di DP3A
Visi Kesetaraan: Wabup Intan Nurul Hikmah menekankan pentingnya literasi ekonomi dan komunikasi sehat bagi perempuan dalam Sekolah Gender III sebagai upaya memperkuat ketahanan keluarga nasional.
TANGERANGJASA NEWS – Pemerintah Kabupaten Tangerang kembali menegaskan posisinya sebagai pionir pembangunan inklusif melalui peluncuran Sekolah Gender Angkatan III. Bertempat di Ruang Berlian Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), Rabu (04/03/26), Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, membuka ruang dialektika bagi kaum perempuan untuk memperkuat fondasi ketahanan keluarga di tengah disrupsi zaman.
Dalam orasi pembukanya yang sarat akan nilai kemanusiaan, Wabup Intan menegaskan bahwa esensi kemajuan sebuah daerah tidak hanya terpaku pada megahnya infrastruktur fisik, melainkan pada sejauh mana negara mampu melindungi dan memuliakan perempuan serta anak-anak.
Wabup Intan menyoroti fenomena kekerasan dalam rumah tangga yang kini bertransformasi menjadi lebih kompleks, mencakup aspek fisik, mental, hingga tekanan ekonomi. Menurutnya, perempuan harus menjadi aktor intelektual dalam rumah tangga yang fasih mengelola finansial dan membangun komunikasi sehat.
“Perempuan adalah jantung dari ketahanan keluarga. Sekolah Gender ini hadir untuk memastikan perempuan tidak hanya lantang bersuara, tetapi juga cakap dalam aksi nyata untuk menanggulangi diskriminasi dan dampak negatif penyalahgunaan teknologi,” ujar Intan Nurul Hikmah dengan tegas.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya masa golden age (usia 3-5 tahun) sebagai fondasi pembentukan kepribadian anak. Keluarga, sebagai unit terkecil masyarakat, diharapkan mampu menjadi laboratorium karakter yang sehat sebelum anak bersinggungan dengan dunia luar.
Kepala DP3A Kabupaten Tangerang, Asep Suherman, menambahkan bahwa sekolah ini adalah ekosistem sosial yang dirancang untuk melahirkan agen perubahan. “Ini bukan sekadar pelatihan teknis, melainkan ruang belajar bersama untuk meningkatkan literasi sosial guna menekan angka kekerasan yang kerap dipicu oleh persoalan ekonomi dan kurangnya edukasi teknologi,” jelasnya.
Langkah konsisten Pemkab Tangerang dalam menyelenggarakan Sekolah Gender ini menuai respon positif yang masif dari berbagai elemen masyarakat. Di ruang digital, para alumni angkatan sebelumnya mulai berbagi testimoni mengenai perubahan pola asuh dan manajemen konflik rumah tangga yang lebih dewasa.
“Kehadiran Sekolah Gender ini memberikan kami ‘senjata’ ilmu. Kami merasa lebih dihargai dan berani mengambil keputusan yang tepat untuk masa depan anak-anak. Ini adalah bentuk nyata kehadiran pemerintah di ruang privat kami yang paling krusial,” tulis seorang peserta di platform media sosial daerah.
Sentimen positif ini menguatkan posisi Kabupaten Tangerang sebagai daerah yang memprioritaskan keadilan gender dalam kebijakan publiknya.

Sekolah Gender Angkatan III bukan sekadar forum edukasi, melainkan manifestasi dari semangat empowerment yang meletakkan perempuan sebagai penggerak roda pembangunan. Dengan perempuan yang tangguh dan cerdas, Kabupaten Tangerang sedang membangun masa depan yang lebih adil, inklusif, dan bermartabat bagi seluruh warganya.(UCU SOBAR)
thttps://tangerangjasa.id/wp-content/uploads/2025/11/TJ-S.jpeg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *