TANGERANG – Bank Sampah Meranti yang berlokasi di Kelurahan Buaran Indah, Kota Tangerang, terus menunjukkan tren positif dalam memitigasi permasalahan sampah anorganik di tingkat tapak. Sejak diinisiasi pada tahun 2018, lembaga pengelolaan berbasis komunitas ini secara konsisten berhasil mengelola sekitar 600 hingga 800 kilogram sampah per minggu, atau mengamankan kurang lebih 3 ton sampah anorganik setiap bulannya untuk disalurkan ke sektor industri daur ulang dan tercatat resmi pada basis data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang.
Langkah hulu ini dinilai sebagai pemantik taktis dalam mengubah paradigma masyarakat mengenai pengelolaan limbah domestik dari sekadar dibuang menjadi komoditas yang memiliki nilai ekonomi sirkular.
Ketua Bank Sampah Meranti, Arman Effendi, mengungkapkan bahwa antusiasme dan partisipasi aktif warga mengalami eskalasi yang signifikan dari tahun ke tahun. Kesadaran untuk memilah sampah dari rumah kini telah mengakar menjadi sebuah kebiasaan produktif. Guna menjaga stabilitas semangat dan loyalitas warga, pengurus menerapkan strategi penyesuaian harga beli kompetitif yang dipatok di atas rata-rata harga pengepul keliling konvensional.
“Awalnya ada hambatan psikologis di mana masyarakat malu untuk memilah dan mengumpulkan sampah. Namun saat ini, kesadaran itu tumbuh subur bahkan memicu kompetisi positif antardaerah untuk mengumpulkan sampah anorganik dari malam hingga siang hari. Kami melayani 107 nasabah aktif yang memiliki buku tabungan, ditambah sekitar 25 hingga 30 nasabah fluktuatif non-tabungan,” jelas Arman Effendi, Minggu (31/5/2026).
Selain berfokus pada pengumpulan logistik sampah, Bank Sampah Meranti juga melakukan intervensi edukasi di sektor hulu melalui penyuluhan rutin di tiga sekolah setiap hari Sabtu. Program ini dirancang untuk menanamkan budaya pilah sampah sejak dini, yang akan dikombinasikan dengan pelatihan teknis daur ulang limbah plastik seperti tutup botol menjadi produk kreatif siap jual.
Apresiasi tinggi terhadap pelembagaan gerakan lingkungan ini datang dari Ketua RW 02 Kelurahan Buaran Indah, Abdul Mian. Kehadiran Bank Sampah Meranti diakuinya sangat meringankan beban operasional pembersihan pemda di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Melalui metode jemput bola yang diterapkan di lingkungan RW 02 dan RW 03, program ini sekaligus bertindak sebagai jaring pengaman ekonomi mikro terdekat bagi warga sekitar.
Pihak kelurahan dan pengurus RW berkomitmen untuk terus mendukung penuh ekspansi operasional Bank Sampah Meranti. Sinergi ini diharapkan mampu memperluas cakupan wilayah pelayanan penjemputan sampah, memperkuat ketahanan lingkungan perkotaan yang bersih dan higienis, serta memberikan stimulus pendapatan tambahan yang berkelanjutan bagi masyarakat dalam menghadapi situasi mendesak.











