Pendidikan

Ijazah di Balik Jeruji, Upaya Menambal Defisit Kemanusiaan di Rutan Tangerang

38
×

Ijazah di Balik Jeruji, Upaya Menambal Defisit Kemanusiaan di Rutan Tangerang

Sebarkan artikel ini
Suasana penandatanganan kerja sama pendidikan kesetaraan untuk warga binaan sebagai bekal reintegrasi sosial.
Pendidikan Tanpa Batas: Warga binaan Rutan Kelas I Tangerang mengikuti kegiatan belajar mengajar program pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C.
TangerangjasaNews– Penjara seharusnya tidak menjadi akhir dari pertumbuhan intelektual. Di Rutan Kelas I Tangerang, jeruji besi kini bukan lagi penghalang bagi hak asasi manusia yang paling fundamental, yakni pendidikan melalui kolaborasi strategis dengan PKBM Pendidikan Anak Bangsa yang diresmikan pada Maret 2026, negara mencoba membuktikan bahwa “hukuman” tidak boleh identik dengan “pembunuhan masa depan.”
Program Paket A, B, dan C yang diselenggarakan ini bukan sekadar urusan administratif pembagian ijazah. Ini adalah sebuah upaya dialektis untuk mengembalikan martabat warga binaan yang sempat terputus dari rantai pendidikan formal. Secara ontologis, pendidikan di dalam rutan adalah cara negara menjamin bahwa setelah masa pidana usai, warga binaan tidak kembali ke masyarakat sebagai “beban”, melainkan sebagai subjek yang memiliki kedaulatan ekonomi.

Seringkali, diskriminasi sosial pasca-bebas muncul karena ketiadaan bukti kompetensi. Dengan ijazah resmi yang memiliki hak eligibilitas setara sekolah formal, Rutan Tangerang sedang membangun jembatan bagi warga binaan untuk melamar pekerjaan atau menembus gerbang perguruan tinggi. Ini adalah langkah konkret untuk menghapus stigmata melalui intelektualitas.
Kita melihat sebuah anomali yang positif di sini: di tengah tembok yang tebal, justru sedang dibuka jendela pengetahuan yang luas. Jika kebijakan ini dijalankan dengan konsistensi, maka Rutan bukan lagi sekadar tempat “pembuangan”, melainkan tempat “pematangan” manusia. Karena pada akhirnya, kebebasan yang hakiki dimulai dari pikiran yang terdidik.
Program ini adalah bukti bahwa Pendidikan tetap bisa tumbuh di balik tembok penjara. Akankah ini menjadi standar baru bagi seluruh lapas di Indonesia? Kita tunggu sejauh mana transformasi intelektual ini mampu mengubah wajah sistem pemasyarakatan kita.
thttps://tangerangjasa.id/wp-content/uploads/2025/11/TJ-S.jpeg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *