TANGERANGJASA.ID-Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bergerak simultan dalam menangani dampak hujan intensitas tinggi yang melanda wilayah Jabodetabek sejak semalam. Langkah taktis diambil dengan mengaktivasi seluruh infrastruktur pengendali banjir guna meminimalisir durasi genangan di sejumlah kawasan terdampak luapan aliran sungai.
Pemkot Tangerang Aktivasi Seluruh Rumah Pompa Guna Percepat Surutnya Genangan
admin2 min baca
Kepala Dinas PUPR Kota Tangerang, Taufik Syahzaeni, menjelaskan bahwa tim gabungan dari unsur Operasional, Pemeliharaan, hingga Satgas Sumber Daya Air telah diterjunkan ke titik-titik krusial, seperti Regency Jembatan Alamanda (Kali Ledug), Taman Cibodas (Kali Sabi), dan Perumahan Puri Kartika Baru (Kali Wetan).
“Begitu terdeteksi adanya limpasan air sungai, seluruh personel lapangan langsung dikerahkan. Fokus utama kami siang ini adalah percepatan pengaliran air melalui sistem mekanis pompa agar aktivitas warga kembali normal secepat mungkin,” ujar Taufik, Jumat (20/02/2026).
Hingga saat ini, Pemkot Tangerang memastikan stabilitas infrastruktur fisik tetap terjaga. Hasil inspeksi mendalam menunjukkan tidak ada kebocoran pada tanggul maupun turap di sepanjang aliran sungai utama. Penanganan difokuskan pada optimalisasi puluhan unit rumah pompa yang telah bekerja nonstop sejak dini hari, didukung dengan penyiagaan unit pompa portabel untuk menjangkau area pemukiman yang membutuhkan penanganan darurat.
Berdasarkan analisis hidrologi di lapangan, genangan diprediksi akan surut dalam waktu singkat dengan catatan tidak terjadi hujan susulan yang signifikan. Namun, kewaspadaan tetap menjadi prioritas utama mengingat status ketinggian muka air sungai yang fluktuatif.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada. Pantau terus perkembangan informasi cuaca dan tinggi muka air melalui kanal resmi untuk meningkatkan kesiapan mitigasi secara mandiri di lingkungan masing-masing,” pungkas Taufik.
Respon sigap Pemkot Tangerang dalam mengoperasikan sistem pengendalian air secara mekanis merupakan cerminan dari manajemen krisis perkotaan yang modern. Kecepatan aktivasi infrastruktur ini menjadi kunci vital dalam melindungi aset warga dan menjamin stabilitas ekonomi daerah di tengah tantangan cuaca ekstrem yang kerap melanda wilayah perkotaan di Indonesia.(RAHAYU)













