Infrastruktur & Keselamatan Publik

Sedia Payung Sebelum Hujan, Pemkot Tangerang Geber Normalisasi Kali Ledug dan Kali Mutiara Antisipasi Banjir Akhir Tahun

17
×

Sedia Payung Sebelum Hujan, Pemkot Tangerang Geber Normalisasi Kali Ledug dan Kali Mutiara Antisipasi Banjir Akhir Tahun

Sebarkan artikel ini
Proses pengerukan dan pendalaman Kali Ledug di wilayah Kelurahan Gebang Raya, Kecamatan Periuk, yang dipantau langsung oleh otoritas daerah sebagai langkah kesiapsiagaan menghadapi luapan air, Rabu (23/09/2026).
Proses pengerukan dan pendalaman Kali Ledug di wilayah Kelurahan Gebang Raya, Kecamatan Periuk, yang dipantau langsung oleh otoritas daerah sebagai langkah kesiapsiagaan menghadapi luapan air, Rabu (23/09/2026).

Tangerangjasanews — Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mengambil langkah preventif agresif menghadapi ancaman siklus cuaca ekstrem di penghujung tahun. Menjelang masuknya musim penghujan, jajaran otoritas daerah memperketat mitigasi bencana hidrometeorologi dengan menggenjot proyek normalisasi sungai dan pembersihan sistem drainase makro di berbagai titik rawan genangan.
Akselerasi proyek infrastruktur pengendali banjir ini dipantau langsung oleh Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, saat turun ke lapangan meninjau proses pengerukan lumpur dan pendalaman Kali Ledug, Kelurahan Gebang Raya, Kecamatan Periuk, Selasa (22/09/2026). Wilayah Periuk secara historis menjadi salah satu atensi utama karena kerap mengalami luapan air yang berdampak pada mobilitas warga.
Fokus pengerukan dioptimalkan untuk meningkatkan volume tampung koridor sungai yang selama ini menyempit akibat sedimentasi tinggi, terutama pada bentangan dari Jembatan Alamanda hingga ke arah permukiman padat Total Persada.
“Prinsipnya, kita sedia payung sebelum hujan. Saat kondisi memungkinkan seperti sekarang, kita manfaatkan untuk melakukan normalisasi, termasuk pengerukan dan pendalaman sungai,” tegas Sachrudin di sela-sela peninjauan.
Strategi penanganan luapan air tidak hanya bertumpu pada kapasitas tampung, melainkan juga pada ketahanan dinding pembatas sungai. Usai memantau Kali Ledug, Sachrudin melanjutkan inspeksi ke proyek penurapan di sepanjang Kali Mutiara Pluit, Kelurahan Periuk.
Pendekatan struktural berupa pemasangan turap beton kokoh ini dinilai krusial mengingat posisi aliran sungai berhimpitan langsung dengan kawasan domestik warga. Otoritas teknis memastikan konstruksi penahan tanah harus mampu menahan beban hidraulis saat debit air melonjak drastis, sekaligus memastikan kelancaran laju arus air menuju hilir tanpa hambatan backwater.
Kendati infrastruktur terus disiagakan, Pemkot Tangerang mengingatkan bahwa daya tahan kota terhadap banjir sangat dipengaruhi oleh variabel sosiologis masyarakat. Sachrudin menyerukan gerakan kolektif warga untuk menjaga kebersihan lingkungan dengan menghentikan kebiasaan membuang sampah domestik ke dalam saluran drainase, got, maupun badan sungai.
Kegagalan menjaga kebersihan di tingkat hulu dan lingkungan terkecil dipastikan akan melumpuhkan fungsi teknis dari infrastruktur yang telah dibangun pemerintah.
thttps://tangerangjasa.id/wp-content/uploads/2025/11/TJ-S.jpeg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *