TANGERANG – Keresahan menyelimuti warga Perumahan Total Persada, Periuk, Kota Tangerang, menyusul dugaan kasus penculikan anak dengan modus penipuan yang terjadi pada Jumat, 1 Mei 2026 sekitar pukul 16.00 WIB. Insiden ini menimpa seorang anak perempuan berinisial S (7 tahun) yang menjadi korban manipulasi psikologis oleh pelaku saat sedang bermain di lingkungan rumahnya.
Pelaku, yang diidentifikasi sebagai seorang perempuan berusia sekitar 30–40 tahun, menggunakan pendekatan persuasif dengan berpura-pura mengenal guru sekolah korban. Dengan dalih meminta bantuan untuk mengantarkan undangan, pelaku berhasil membujuk korban untuk naik ke sepeda motor jenis Honda Scoopy miliknya. Modus ini menunjukkan tingkat kecakapan pelaku dalam menyesuaikan percakapan agar terlihat akrab dengan lingkungan sekolah korban.
Selama perjalanan melintasi rute Masjid Mujahidin hingga kawasan Perumahan Garden City, pelaku melakukan aksi kriminalitas dengan mengambil perhiasan anting milik korban dengan dalih meminjam. Setelah mendapatkan barang berharga tersebut, korban ditinggalkan begitu saja di lokasi yang cukup jauh dari rumahnya.
Beruntung, upaya pencarian cepat yang dilakukan oleh pihak keluarga bersama kerabat membuahkan hasil. Korban ditemukan sekitar satu jam kemudian di depan Masjid Mujahidin dalam kondisi selamat, meski mengalami guncangan psikologis atau syok. Laporan tambahan menyebutkan terdapat total tiga anak usia lima tahun yang menjadi korban dalam rangkaian aksi serupa dengan kerugian berupa hilangnya perhiasan mereka.
“Alhamdulillah sekitar kurang-lebih 1 jam akhirnya Savanna bisa kembali pulang dengan kondisi lengkap sempurna, hanya saja sepasang anting yang diambil pelaku,” ungkap orang tua korban melalui kanal media sosial.
Peristiwa ini menjadi alarm keras bagi masyarakat, khususnya orang tua di wilayah Tangerang, untuk memperketat pengawasan terhadap aktivitas anak di luar rumah. Edukasi mengenai mitigasi terhadap orang asing menjadi krusial agar anak-anak tidak mudah terpancing oleh narasi manipulatif yang membahayakan keselamatan mereka.
Kejadian di Total Persada merupakan pengingat bahwa keamanan lingkungan adalah tanggung jawab kolektif. Kewaspadaan dini dan komunikasi yang intens antara orang tua dan anak menjadi benteng utama dalam menghadapi potensi bahaya yang menggunakan metode pendekatan manipulatif.













