Pelayanan Publik

Ikhtiar Dishub Kota Tangerang Merajut Budaya Tertib dan Kepercayaan Publik

25
×

Ikhtiar Dishub Kota Tangerang Merajut Budaya Tertib dan Kepercayaan Publik

Sebarkan artikel ini
Petugas Dishub Kota Tangerang bersama Satlantas Polres Metro Tangerang Kota sedang melakukan pengaturan arus lalu lintas dan sosialisasi tertib berkendara kepada pengguna jalan di Jalan Jenderal Sudirman
GARDA TERDEPAN KESELAMATAN: Kepala Dishub Kota Tangerang, Achmad Suhaely, memastikan personelnya bersinergi penuh dalam Operasi Keselamatan Jaya pada 2-15 Februari 2026. Kehadiran petugas di titik-titik krusial seperti Jalan Jenderal Sudirman dan Kawasan Pasar Lama merupakan wujud nyata peningkatan kinerja Dishub dalam membangun budaya tertib lalu lintas dan rasa aman bagi masyarakat. (Foto: Humas Dishub Kota Tangerang)

Tangerangjasa News – Jalanan Kota Tangerang kini memasuki fase pendisiplinan yang lebih terukur. Mulai 2 hingga 15 Februari 2026, Satlantas Polres Metro Tangerang Kota bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang resmi menggelar Operasi Keselamatan Jaya 2026. Di balik deretan pasal dan target pelanggaran yang disasar, terdapat misi besar yang tengah diemban: mengembalikan marwah ketertiban jalan raya sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kinerja birokrasi perhubungan.

Sinergi Strategis di Titik-Titik Krusial
Kepala Dishub Kota Tangerang, Achmad Suhaely, menegaskan bahwa kehadiran personel Dishub di lapangan bukan sekadar pelengkap administratif. Di titik-titik padat seperti Jalan Jenderal Sudirman, kawasan Pasar Lama (Jalan Kisamaun), hingga Jalan Frontage, petugas Dishub menjadi garda terdepan dalam menavigasi arus kendaraan.
”Dishub berperan aktif mendukung kelancaran operasional secara terpadu. Kami tidak hanya melakukan pengaturan, tetapi juga pemantauan arus secara intensif guna meminimalisir ketersendatan di titik-titik prioritas,” ujar Suhaely, Selasa (3/2/2026).

Meningkatnya kepercayaan publik terhadap Dishub Kota Tangerang belakangan ini tidak lepas dari pendekatan yang lebih humanis dan komunikatif. Meskipun Operasi Keselamatan Jaya menyasar sembilan target pelanggaran utama—mulai dari melawan arus, knalpot brong, hingga penggunaan ponsel saat berkendara—Dishub lebih menekankan pada aspek keselamatan nyawa sebagai tujuan akhir.
Kinerja Dishub yang transparan dalam mengelola manajemen lalu lintas dan kesigapan petugas dalam merespons dinamika di lapangan—seperti pengalihan arus di Gading Serpong yang sempat menuai diskusi—menjadi bukti bahwa institusi ini bergerak dinamis mengikuti kebutuhan warga. Suhaely terus mengajak masyarakat untuk melihat aturan lalu lintas bukan sebagai beban, melainkan instrumen perlindungan diri.

Harapan akan menurunnya angka kecelakaan dan pelanggaran di wilayah Kota Tangerang kini bertumpu pada keberhasilan operasi terpadu ini. Bagi masyarakat, kehadiran petugas yang disiplin namun persuasif di lapangan menjadi barometer kinerja pemerintah yang nyata.
Melalui momentum HUT ke-33 Kota Tangerang yang kian dekat, sinergi Dishub dan Kepolisian dalam Operasi Keselamatan Jaya 2026 menjadi kado nyata berupa ruang publik yang lebih tertib. Kredibilitas Dishub pun kian terdongkrak seiring dengan terciptanya ekosistem transportasi yang aman, nyaman, dan beradab di kota berjuluk Kota Benteng ini.(Rahman)
thttps://tangerangjasa.id/wp-content/uploads/2025/11/TJ-S.jpeg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *