Uncategorized

Langkah Responsif Pemkot Tangerang dalam Memitigasi Risiko Bencana dan Merawat Ketahanan Infrastruktur

9
×

Langkah Responsif Pemkot Tangerang dalam Memitigasi Risiko Bencana dan Merawat Ketahanan Infrastruktur

Sebarkan artikel ini
Petugas PUPR Kota Tangerang melakukan normalisasi drainase dan pengerukan sampah di Jalan Iskandar Muda untuk mencegah banjir.
Alat berat dan personel Dinas PUPR Kota Tangerang saat berjibaku melakukan pengerukan sedimentasi di saluran drainase Jalan Iskandar Muda. Upaya ini menjadi bagian dari strategi besar mitigasi banjir dan pemeliharaan jalan nasional yang berkelanjutan.

TANGERANGJASA.ID-Integritas infrastruktur perkotaan bukan sekadar soal beton dan aspal, melainkan tentang bagaimana sistem pendukung kehidupan di dalamnya berfungsi selaras dengan alam. Menyadari hal tersebut, Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melakukan akselerasi normalisasi drainase di kawasan strategis Jalan Iskandar Muda, Neglasari. Langkah ini diambil sebagai respons atas disfungsi saluran yang selama ini terhambat oleh sedimentasi dan anomali tata ruang.

Aksi ini mencerminkan paradigma pembangunan yang humanis; di mana kenyamanan mobilitas warga ditempatkan sebagai prioritas utama. Kepala Bidang Operasional dan Pemeliharaan Dinas PUPR Kota Tangerang, Iwan Nursyamsu, menjelaskan bahwa normalisasi ini merupakan upaya memutus rantai kerusakan jalan yang kerap dipicu oleh genangan air. “Kami bergerak untuk mengembalikan kedaulatan fungsi saluran air. Pengerukan sedimentasi dan penertiban hambatan drainase adalah bagian dari komitmen kami dalam menjawab kegelisahan publik secara solutif,” tegasnya pada Selasa (3/3/26).
Fenomena kerusakan jalan akibat drainase yang buruk menjadi perhatian serius di tingkat nasional sebagai bentuk kerugian ekonomi bagi masyarakat. Oleh karena itu, restorasi di Jalan Iskandar Muda ini tidak berdiri sendiri. Pemkot Tangerang secara simultan melakukan perbaikan di berbagai urat nadi transportasi kota, mulai dari Jalan Husein Sastranegara hingga Jalan Ahmad Dahlan.
Pendekatan ini menunjukkan transisi kebijakan dari sekadar pemeliharaan rutin menuju manajemen aset yang presisi. Dengan mengoptimalkan kembali aliran air, pemerintah tidak hanya sedang memperbaiki fisik kota, tetapi juga sedang merawat kepercayaan masyarakat melalui pelayanan publik yang tanggap dan berkelanjutan.

Normalisasi ini menjadi pengingat kolektif bahwa ketangguhan sebuah kota sangat bergantung pada harmoni antara perilaku masyarakat dan ketegasan regulasi infrastruktur. Melalui langkah konkret ini, Kota Tangerang mempertegas posisinya sebagai kota yang dinamis sekaligus protektif terhadap ruang hidup warganya.(AL)
thttps://tangerangjasa.id/wp-content/uploads/2025/11/TJ-S.jpeg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *